Eradikasi telur dan larva lalat buah di dalam buah salak dengan perlakuan iradiasi sinar gamma cobalt-60
Nabila Atsila Arkan, Dr. Suputa, S.P., M.P.;Sugili Putra, S.T., M.Sc.
2025 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN
Buah
salak (Salaccazalacca (Gaerter) Voss)
merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia yang berpotensi dapat meningkatkan
devisa negara. Tingginya produksi salak dihadapkan pada kendala ekspor akibat
adanya serangan lalat buah, sehingga
diperlukan teknik eradikasi yang efektif dan tidak merusak kualitas buah salak.
Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas dari radiasi gamma dalam membunuh
telur dan larva lalat buah serta dampaknya pada kualitas buah salak. Metode pengujian
dilakukan secara in-vivo alami
terhadap telur dan larva instar 3 Bactrocera
carambolae. Perlakuan iradiasi telur menggunakan dosis 0 (kontrol), 100,
150, dan 200 Gy, sedangkan larva instar 3 diuji dengan dosis 0 (kontrol), 600,
700, 800, 900, 1.000, 1.100, dan 1.200 Gy. Untuk pengujian kuliatas buah,
digunakan dosis 0 (kontrol), 100, 150, 200, 600, 700, 800, 900, 1.000, 1.100,
1.200 Gy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan iradiasi memberikan efektivitas 94.74?lam mematikan telur pada dosis 200 Gy
dan 100% membunuh larva instar 3 pada 600 Gy. Pengujian kualitas buah
menunjukkan bahwa dosis iradiasi yang lebih tinggi cenderung mempertahankan
atau meningkatkan kadar vitamin C, namun menurunkan tekstur/kekerasan buah
salak. Iradiasi tidak mempengaruhi warna kecerahan (L) dan nilai a, tetapi
mempengaruhi nilai b yang mengindikasikan buah salak menjadi lebih matang atau
warna kekuningan.
Snake fruit (Salaccazalacca (Gaerter)
Voss) is an important horticultural commodity in Indonesia that has the
potential to increase foreign exchange. The high production of salak is faced
with export constraints due to fruit fly attack, so that an effective
eradication technique is needed and does not damage the quality of salak fruit.
This study aims to determine the effectiveness of gamma radiation in killing
fruit fly eggs and larvae and its impact on salak fruit quality. The test
method was conducted naturally in-vivo against eggs and 3rd instar larvae of Bactrocera
carambolae. Egg irradiation treatment used doses of 0 (control), 100, 150,
and 200 Gy, while 3rd instar larvae were tested with doses of 0 (control), 600,
700, 800, 900, 1.000, 1.100, and 1.200 Gy. For fruit quality testing, doses of
0 (control), 100, 150, 200, 600, 700, 800, 900, 1.000, 1.100, 1.200 Gy were
used. The results showed that irradiation treatment provided 94.74?fectiveness in killing eggs at a dose of 200 Gy and 100% killing 3rd instar
larvae at 600 Gy. Fruit quality testing showed that higher doses of irradiation
tended to maintain or increase vitamin C levels, but decreased the
texture/hardness of salak fruit. Irradiation did not affect the color
brightness (L) and a-value, but affected the b-value which indicates salak
fruit becomes more ripe or yellowish color.
Kata Kunci : Bactrocera carambolae, Iradiasi, Salak