Analisis Perubahan Ruang Terbuka Hijau Kabupaten Sleman dengan Metode Object Based Image Analysis Menggunakan Citra Sentinel-2
Lissatu Qurrotil Ainiyyah, Dr. Ir. Catur Aries Rokhmana, S.T., M.T.
2025 | Skripsi | TEKNIK GEODESI
Kabupaten Sleman adalah salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi yang berdampak pada peningkatan secara signifikan kawasan lahan terbangun, terutama pemukiman dan aktivitas bisnis. Perkembangan ini berkontribusi terhadap penurunan luasan ruang terbuka hijau (RTH), baik secara kuantitatif maupun spasial. Alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan peruntukan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) berisiko mengabaikan aspek daya dukung lingkungan dan mengurangi kualitas lingkungan hidup. Sementara itu, dokumen tata ruang seperti RTRW belum secara spesifik merinci distribusi spasial RTH. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pemantauan spasial yang dapat menampilkan dinamika perubahan RTH secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan RTH di Kabupaten Sleman pada tahun 2017 dan 2024 menggunakan metode Object Based Image Analysis (OBIA) berbasis citra Sentinel-2.
Metode OBIA dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu segmentasi objek dan klasifikasi tutupan lahan berdasarkan nilai ambang batas vegetasi. Penelitian ini menggunakan parameter segmentasi skala 25, shape 0,1, dan kekompakan 0,5, serta threshold nilai SAVI untuk membedakan RTH dari kelas tutupan lahan lainnya. Analisis perubahan RTH dilakukan dengan membandingkan luasan hasil klasifikasi tahun 2017 dan 2024. Perubahan spasial dianalisis menggunakan sistem informasi geospasial untuk melihat distribusi, kerapatan, dan persebaran RTH. Selain itu, kualitas RTH dianalisis melalui rata-rata nilai NDVI dan SAVI, serta dikaji kesesuaiannya dengan ketentuan dalam RTRW Kabupaten Sleman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas RTH mengalami penurunan dari 1.307,04 hektar pada tahun 2017 menjadi 798,99 hektar pada tahun 2024. Presentase luas RTH terhadap total wilayah Kabupaten Sleman berkurang dari 2,27% menjadi 1,39% yang berarti tidak memenuhi standar minimal luasan RTH sebesar 30% sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Hasil uji akurasi menggunakan matriks konfusi memiliki nilai overall accuracy 89,6% pada hasil klasifikasi citra tahun 2017 dan hasil klasifikasi citra tahun 2024 memiliki akurasi 88,8%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar pemantauan rutin dan perencanaan strategis dalam pengelolaan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.
Kata Kunci : ruang terbuka hijau, OBIA, citra satelit Sentinel-2, indeks vegetasi, perubahan tutupan lahan