Pengembangan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Bubuk Terenkapsulasi dengan Variasi Rasio Sodium Alginat dan Kalsium Klorida (CaCl2)
Aliya Marsha Hudayanti, Dr. Eng. Annie Mufyda Rahmatika, S. T., M. T.
2025 | Tugas Akhir | D4 Pengembangan Produk Agroindustri
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem hidrogel berbasis temulawak bubuk menggunakan metode reverse spherification dengan bahan tambahan carboxymethyl cellulose (CMC), sodium alginat, dan kalsium klorida (CaCl?). Sistem enkapsulasi ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas senyawa bioaktif temulawak. Tiga formulasi diuji, yaitu SA1-CA5, SA2-CA4, dan SA3-CA3, kemudian dianalisis melalui parameter morfologi, SEM, porositas, tekstur, kapasitas swelling, stabilitas, serta uji in-vitro. Hasil SEM memperlihatkan perbedaan struktur permukaan gel pada setiap sampel. Secara kuantitatif, peningkatan konsentrasi sodium alginat secara signifikan meningkatkan diameter, ketebalan lapisan, hardness, adhesiveness, dan cohesiveness, sedangkan peningkatan konsentrasi CaCl? cenderung meningkatkan nilai porositas, swelling, springiness dan chewiness (p < 0>hardness (r = 0,888; p < 0>springiness (r = 0,719; p = 0,015). Formulasi SA3-CA3 menunjukkan kinerja terbaik, dengan tingkat penurunan kandungan kurkumin paling rendah (~15?lam 28 hari) dan profil pelepasan zat aktif yang terkontrol pada pH 2 dan pH 7. Jika dibandingkan dengan temulawak tanpa perlakuan enkapsulasi, sistem hidrogel ini terbukti lebih stabil dan efektif dalam mengendalikan pelepasan senyawa aktif (p < 0>
This research aimed to
develop a turmeric powder-based hydrogel system using the reverse
spherification method, incorporating carboxymethyl cellulose (CMC), sodium
alginate, and calcium chloride (CaCl?). This encapsulation
system was designed to enhance the stability of turmeric's bioactive compounds.
Three formulations were investigated: SA1-CA5, SA2-CA4, and SA3-CA3. These
formulations were subsequently analyzed through various parameters, including
morphology, SEM, porosity, texture, swelling capacity, stability, and in-vitro
release studies. SEM results revealed distinct differences in the surface
structure of the gel for each sample. Quantitatively, an increase in sodium
alginate concentration significantly enhanced the diameter, layer thickness,
hardness, adhesiveness, and cohesiveness, whereas an increase in CaCl?
concentration tended to improve the porosity, swelling, springiness, and
chewiness values (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>
Kata Kunci : Enkpsulasi, Hidrogel, Kurkumin, Reverse spherification, Temulawak