Laporkan Masalah

Pemetaan Stakeholder dan Strategi Peningkatan Pengelolaan Kawasan Mangrove Edupark Kota Tarakan oleh Kelompok Masyarakat Konservasi Mandiri Maju

Guntur Sadewa, Ir. Wiyono, S.Hut., M.Si.

2025 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir dan menunjang kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Kawasan Mangrove Edupark di Kota Tarakan merupakan contoh pengelolaan berbasis masyarakat oleh Kelompok Masyarakat Konservasi (KMK) Mandiri Maju, namun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan dokumen rencana pengembangan kawasan yang baik dan beragamnya pengaruh dan kepentingan stakeholder yang belum terpetakan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan stakeholder serta merumuskan strategi peningkatan pengelolaan kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis stakeholder dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengelolaan Kawasan Mangrove Edupark terdapat 4 kategori stakeholder yaitu key players, subjects, context setters, dan crowd. Key players terdiri dari KMK Mandiri Maju dan karang taruna. Subjects terdiri dari KWT, Kelurahan, PPIU BRGM, UBT, dan nelayan. Context setters terdiri dari DLH, BPDAS, BWS, dan Pertamina. KPH dan PT SKA merupakan stakeholder yang masuk klasifikasi crowd. Strategi peningkatan pengelolaan Kawasan Mangrove Edupark yang direkomendasikan untuk KMK Mandiri Maju antara lain (1) pengembangan ekowisata edukatif; (2) penguatan kawasan sebagai pusat produksi bibit mangrove; (3) perluasan kemitraan dengan Pemerintah, LSM, CSR, dan lembaga pendidikan; serta (4) pengembangan produk turunan mangrove untuk mendukung ekonomi masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dan pengembangan model pengelolaan mangrove berbasis masyarakat yang berkelanjutan di kawasan pesisir lainnya.

Mangrove ecosystems play an important role in maintaining the balance of the coastal environment and supporting the socio-economic life of the community. The Mangrove Edupark area in Tarakan City is an example of community-based management by the Mandiri Maju Conservation Community Group, but still faces challenges in the form of limited good area development plan documents and the diverse of stakeholder influences and interests that have not been mapped. This study aims to map stakeholders and formulate strategies to improve the management of the area. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, semi-structured interviews, and documentation studies. Data analysis was carried out using a stakeholder analysis approach and SWOT analysis. The results of the study show that in the management of the Mangrove Edupark Area there are 4 categories of stakeholders, namely key players, subjects, context setters, and crowds. Key players consist of KMK Mandiri Maju and Karang Taruna. Subjects consist of KWT, Urban Village, PPIU BRGM, UBT, fisherman. Context setters consist of DLH, BPDAS, BWS, and Pertamina. KPH and PT SKA are stakeholders that are classified as crowd. The recommended strategies for improving the management of the Mangrove Edupark Area for KMK Mandiri Maju include (1) development of educational ecotourism; (2) strengthening the area as a center for mangrove seed production; (3) expanding partnerships with the Government, NGOs, CSR, and educational institutions; and (4) developing mangrove derivative products to support the community economy. These findings are expected to be the basis for policy making and developing sustainable community-based mangrove management models in other coastal areas.

Kata Kunci : Mangrove, edupark, berbasis masyarakat, stakeholder, SWOT

  1. D4-2025-479313-abstract.pdf  
  2. D4-2025-479313-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-479313-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-479313-title.pdf