Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dengan Efikasi Diri Ibu dalam Pengasuhan Anak Usia 12-36 Bulan dengan Stunting di Kecamatan Minggir
Salsabila Rahma Diva, Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D ; Prof. Dr. Susetyowati, DCN., M.Kes
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan pertumbuhan fisik anak yang tidak sesuai normal. Kondisi stunting pada anak berkaitan dengan pengasuhan yang diterapkan oleh ibu. Ibu memerlukan efikasi diri yang kuat dalam mengasuh anak stunting untuk dapat melakukan tugasnya dan menangani masalah stunting pada anaknya. Salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya efikasi diri dalam pengasuhan yaitu pengetahuan terkait pengasuhan.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan efikasi diri ibu dalam pengasuhan anak usia 12-36 bulan dengan stunting di Kecamatan Minggir.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional yang dilakukan pada Mei 2025 dan melibatkan 42 ibu dengan anak stunting di Kecamatan Minggir dengan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner pengetahuan pengasuhan yang telah diadaptasi dan dimodifikasi dari Caregiver Knowledge of Child Development Inventory (CKCDI) dan modul Care for Child Development (CCD) serta kuesioner efikasi diri ibu hasil adaptasi General Self-Efficacy Scale (GSES) oleh peneliti sebelumnya. Analisis data menggunakan uji statistik non-parametrik Spearman Rank.
Hasil: Sebanyak 59,5% ibu memiliki pengetahuan terkait pengasuhan pada kategori tinggi dan sebanyak 54,8% ibu memiliki efikasi diri dalam pengasuhan yang termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan uji statistik diketahui nilai signifikansi hubungan antara pengetahuan dengan efikasi diri ibu terkait pengasuhan anak stunting yaitu p = 0,009 (p<0>nilai r = 0,400.
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan efikasi diri ibu dalam pengasuhan anak dengan stunting usia 12-36 bulan. Semakin tinggi pengetahuan diikuti semakin baiknya efikasi diri ibu.
Background: Stunting is a health problem characterized by a child's physical growth that is not within normal limits. Stunting in children is related to the mother's caregiving practices. Mothers need strong self-efficacy in caring for stunted children to be able to carry out their duties and address the problem. One factor influencing the development of self-efficacy in parenting is knowledge related to parenting.
Objective: To determine the relationship between the level of knowledge and self-efficacy of mothers in caring for children aged 12-36 months with stunting in Minggir District.
Methods: This quantitative cross-sectional study was conducted in May 2025 and involved 42 mothers with stunted children in Minggir District using a consecutive sampling technique. The instruments used in this study were a parenting knowledge questionnaire adapted and modified from the Caregiver Knowledge of Child Development Inventory (CKCDI) and the Care for Child Development (CCD) module, as well as a maternal self-efficacy questionnaire adapted from the General Self-Efficacy Scale (GSES) by previous researchers. Data analysis used the non-parametric Spearman Rank test.
Results: As many as 59.5% of mothers have knowledge related to parenting in the high category and as many as 54.8% of mothers have self-efficacy in parenting which is included in the good category. Based on statistical tests, the significance value of the relationship between knowledge and self-efficacy of mothers related to parenting stunted children is known, namely p = 0.009 (p<0 xss=removed>
Conclusion: There is a significant relationship between maternal knowledge and self-efficacy in caring child with stunting aged 12-36 months. The higher knowledge followed by the better of maternal self-efficacy.
Kata Kunci : batita, efikasi diri ibu, pengetahuan ibu, pengasuhan, stunting