Analisis Pembingkaian Pemberitaan Pembakaran Al-Qur'an di Swedia Pada Media TRT Français dan Le Monde
Tursina Cahya Sari, Dr. Aprillia Firmonasari, S.S., M.Hum., DEA.
2025 | Tesis | S2 Linguistik
Pembakaran Al-Qur’an di Swedia pada tahun 2023 menjadi sorotan utama media internasional karena peristiwa tersebut memicu kemarahan luas di negara-negara Muslim dan meningkatkan ketegangan politik serta keamanan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembingkaian pemberitaan mengenai insiden pembakaran tersebut pada dua media internasional, yaitu TRT Français dan Le Monde, serta mengkaji pengaruh ideologi, sejarah, dan tekanan politik terhadap cara pemberitaan kedua media tersebut.
Data penelitian terdiri atas tiga berita yang dipublikasikan masing-masing oleh kedua media terkait insiden pembakaran Al-Qur’an yang memicu reaksi emosional di dunia Muslim, dan berdampak pada dinamika politik global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan teknik analisis pembingkaian berdasarkan model Robert Entman sebagai upaya untuk membandingkan cara kedua media menyajikan peristiwa tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa TRT Français, dengan orientasi ideologi konservatif dan nasionalistik, menekankan kecaman keras dan keterlibatan emosional dalam pemberitaannya. Sebaliknya, Le Monde yang mengusung perspektif netral ke kiri dan liberal lebih menyoroti aspek analitis, menekankan dampak politik serta keamanan, dan menekankan pentingnya kebebasan berekspresi dalam konteks kontroversi tersebut.
Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa tekanan politik, latar belakang sejarah, dan orientasi ideologi berkontribusi memengaruhi cara kedua media membingkai pemberitaan, sehingga menimbulkan perbedaan pendekatan yang signifikan dalam peliputan isu sensitif seperti pembakaran Al-Qur’an. Perbedaan pendekatan ini mencerminkan betapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut dalam menyusun kerangka pembingkaian pemberitaan yang berdampak pada ketegangan antaragama dan dinamika diplomatik internasional.
The burning of the Qur’an in Sweden in 2023 became the primary focus of international media because the incident sparked widespread anger in Muslim countries and heightened global political and security tensions. This study aims to analyze the framing of news coverage on the burning incident in two international media outlets, namely TRT Français and Le Monde, and to examine the influence of ideology, history, and political pressure on the reporting styles of these two media.
The research data consists of three news items published by each media outlet regarding the burning of the Qur’an a triggering event that evoked emotional reactions in the Muslim world and affected global political dynamics. This study employs a qualitative research method by applying a pembingkaian analysis technique based on Robert Entman’s model to compare how the two media present the event.
The study’s findings indicate that TRT Français, with its conservative and nationalistic ideological orientation, emphasizes strong condemnation and emotional involvement in its reporting. In contrast, Le Monde adopting a neutral left and liberal perspective highlights more analytical aspects, stressing both the political and security impacts as well as the importance of freedom of expression within the context of the controversy.
These findings suggest that political, historical, and ideological pressures influence how the two media frame their news coverage, resulting in significant differences in their approaches to covering sensitive issues such as the burning of the Qur’an. This divergence in approach reflects the substantial influence of these factors in shaping the framework of pembingkaian in news reporting, which in turn impacts interreligious tensions and international diplomatic dynamics.
Kata Kunci : analisis pembingkaian, pembakaran Al-Qur’an, TRT Français, dan Le Monde.