Laporkan Masalah

Exploring Identity Management Through Instagram: A Phenomenological Study of Indonesian Meso-Influencers' Main and Second Accounts

Zahra Syifa Fadilla, Adam Wijoyo Sukarno, S.IP., M.A.

2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Penelitian ini meneliti bagaimana meso-influencer di Indonesia mengelola identitas ganda melalui dua akun Instagram untuk menghadapi ketegangan antara autentisitas dan performa publik. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, studi ini melibatkan wawancara mendalam dengan enam influencer di bidang kecantikan, kesehatan, dan kebugaran, yang merupakan sektor dominan dalam konten buatan pengguna di Indonesia. Partisipan dipilih karena aktif menggunakan akun utama (publik/profesional) dan akun kedua (pribadi/personal). Analisis tematik menghasilkan empat tema utama: pengaruh budaya Indonesia, kurasi konten, negosiasi identitas, dan visibility labor. Hasil menunjukkan bahwa akun utama dikurasi untuk menyesuaikan dengan mitra merek dan norma budaya, sedangkan akun kedua menjadi ruang ekspresi diri yang lebih emosional dan autentik. Influencer secara strategis memisahkan konten untuk menjaga kepercayaan audiens dan kesejahteraan pribadi. Studi ini menekankan beban psikologis visibility labor dan menunjukkan bahwa penggunaan dua akun merupakan kebutuhan kultural dan emosional dalam ekonomi influencer. Temuan ini memperluas pemahaman tentang identitas daring dalam konteks non-Barat.

This study investigates how Indonesian meso-influencers manage dual identities across Instagram accounts to navigate tensions between authenticity and public performance. Employing a qualitative, phenomenological research design, the study draws on in-depth interviews with six influencers in the beauty, health, and wellness sectors—fields dominant in Indonesia's user-generated content landscape. Participants were selected based on their active use of both primary (public/professional) and secondary (private/personal) Instagram accounts. Thematic analysis revealed four core themes: Indonesian cultural influence, content curation, identity negotiation, and visibility labor. Findings show that primary accounts are heavily curated to align with brand partnerships and cultural norms, while secondary accounts serve as emotional outlets and spaces for genuine self-expression. Influencers strategically compartmentalize content to maintain both audience trust and personal well-being. The study emphasizes the psychological and emotional toll of visibility labor and reveals how Indonesian cultural values—such as collectivism, modesty, and social harmony—shape digital identity practices. It also argues that dual account usage is not just a digital strategy, but a cultural and emotional necessity in the influencer economy. These insights expand the discourse on influencer culture by highlighting the contextual complexities of online identity in non-Western societies.

Kata Kunci : Digital Identity, Meso-influencers, Instagram, Authenticity, Visibility Labor

  1. S1-2025-454639-abstract.pdf  
  2. S1-2025-454639-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-454639-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-454639-title.pdf