Pengembangan Edible Straw dengan Variasi Kombinasi Tepung Terigu dan Tepung Mocaf : Evaluasi Sifat Fisik dan Mekanik
Ravidain Habsy, Dr. Fahrizal Yusuf Affandi, S.T.P., M.Sc.
2025 | Tugas Akhir | D4 Pengembangan Produk Agroindustri
Limbah plastik dari sedotan sekali pakai menjadi masalah lingkungan serius di Indonesia, dengan konsumsi mencapai 93 juta batang per hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Edible Straw berbasis tepung terigu dan tepung singkong termodifikasi (mocaf) sebagai solusi ramah lingkungan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu variasi formulasi campuran tepung terigu dan tepung mocaf. Metode kneading digunakan dalam proses pembuatan sedotan, dengan parameter yang diuji meliputi Analisa tekstur (fracturability), kekeruhan (turbidity), water absorption test, kadar air, dan ketahanan ketiak di rendam di air bersuhu tinggi (temperature resistance test). Hasil menunjukkan bahwa formulasi dengan dominasi tepung terigu menghasilkan sedotan dengan fracturability yang lebih baik, ketahanan suhu tinggi yang lebih stabil, tingkat penyerapan air serta turbidity dan kadar air yang paling ideal. Formulasi terbaik diperoleh pada komposisi 80% tepung terigu, 14% mocaf, dan 6% karagenan, dengan nilai evaluasi berdasarkan metode SAW (0,774), yang mencerminkan keseimbangan optimal antara kekuatan mekanik, stabilitas termal, dan ketahanan fisik. Penelitian ini berkontribusi pada inovasi pengurangan limbah plastik dan pemanfaatan bahan lokal.
Plastic waste from disposable straws is a serious environmental problem in Indonesia, with consumption reaching 93 million sticks per day. This research aims to develop Edible Straw based on wheat flour and modified cassava flour (mocaf) as an environmentally friendly solution. The research was conducted experimentally using the Completely Randomized Design (CRD) method with one factor, namely variations in the formulation of wheat flour and mocaf flour mixtures. The dough method was used in the process of making straws, with the tested parameters including texture analysis (fracturability), turbidity, water absorption test, water content, and resistance when soaked in high temperature water (temperature resistance test). The results showed that formulations with a predominance of wheat flour produced straws with better fracturability, more stable high temperature resistance, water absorption rate as well as the most ideal turbidity and water content. The best formulation was obtained at a composition of 80% wheat flour, 14% mocaf, and 6?rrageenan, with an evaluation value based on the SAW method (0.774), reflecting an optimal balance between mechanical strength, thermal stability, and physical resistance. This research contributes to the innovation of plastic waste reduction and utilization of local materials
Kata Kunci : Edible Straw, mocaf, karagenan, sifat mekanik, tepung terigu, ramah lingkungan.