Laporkan Masalah

The Impact of Sensory Marketing on Purchase Decisions of Olive Young Offline Store Customers: Customer Satisfaction as Moderator

Rachel Carolice Takaendengan, Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, S.Farm., M.Kes.

2025 | Skripsi | FARMASI

Setelah pandemi COVID-19 mereda, tren belanja offline kembali meningkat seiring konsumen mencari pengalaman sensorik, dengan sektor kosmetik Korea Selatan, yang dipimpin oleh Olive Young, menjadi salah satu contohnya. Meskipun banyak penelitian menyoroti efektivitas pemasaran sensorik dalam meningkatkan pengalaman berbelanja, hanya sedikit yang mengeksplorasi bagaimana berbagai elemen sensorik berinteraksi untuk memengaruhi keputusan pembelian di ritel kosmetik offline, terutama dalam pasar non-Barat. Penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada area tersebut dengan berfokus pada bagaimana pemasaran sensorik memengaruhi keputusan pembelian mereka, yang dimoderasi oleh kepuasan pelanggan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei online menggunakan skala 5-point Likert yang dibagikan kepada pelanggan berusia 18 tahun ke atas yang telah mengunjungi toko Olive Young di Korea Selatan dalam periode satu tahun terakhir. Sampel diambil menggunakan teknik convenience sampling. Sebanyak 106 respons valid dianalisis menggunakan regresi linier untuk mengidentifikasi pengaruh langsung variabel independen pemasaran sensorik dan model moderasi untuk mengeksplorasi peran kepuasan pelanggan sebagai faktor moderasi.

Hasilnya menunjukkan bahwa pemasaran sensorik memiliki efek yang signifikan dan positif pada keputusan pembelian (p<0 p=0,172). p=0,037).>pure moderator, seperti yang dijelaskan oleh Sugiyono (2004). Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan harus meningkatkan pengalaman sensorik dan kepuasan pelanggan untuk secara efektif memengaruhi perilaku pembelian konsumen. Keterbatasan studi ini meliputi retensi hanya satu item taktil yang valid dalam skala pemasaran sensorik, sampel yang relatif kecil dan spesifik secara demografis, penelitian sebelumnya yang terbatas, dan potensi bias respons karena metode survei daring; penelitian di masa depan harus memperluas item pengukuran taktil, meningkatkan keragaman dan ukuran sampel, dan mempertimbangkan metode pengumpulan data alternatif untuk meningkatkan generalisasi dan kedalaman pemahaman.

After the COVID-19 pandemic subsided, there was a resurgence in offline shopping trends as consumers sought sensory experience, with South Korea’s cosmetics sector, led by Olive Young, being one notable example. While many studies highlight the effectiveness of sensory marketing in enhancing the shopping experience, few have explored how multiple sensory elements interact to influence purchase decisions in offline cosmetics retail, particularly in non-Western contexts. This study aims to contribute to that area by focusing on how sensory marketing affects their purchase decisions, moderated by customer satisfaction. 

The research employed a quantitative approach using an online survey utilizing Likert’s 5-point scale distributed to the customers aged 18 and above who have visited Olive Young stores in South Korea in the last one-year period. The sample is taken using convenience sampling. A total of 106 valid responses were analyzed using linear regression to identify direct effect of sensory marketing independent variable and moderation model to explore the role of customer satisfaction as the moderating factor.

The results indicate that sensory marketing has a significant and positive effect on purchase decisions (p<0 p=0.172). p=0.037).>

Kata Kunci : sensory marketing, customer satisfaction, purchase decisions, moderation, pure moderator

  1. S1-2025-480003-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480003-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480003-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480003-title.pdf