Analisis Kesediaan Membayar Iuran Jaminan Kesehatan Nasional dengan Skema Cost-Sharing dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya: Studi pada Masyarakat di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
Evangelita Kalissa Sulianto, apt. M. Rifqi Rokhman, S. Farm., M.Sc.
2025 | Skripsi | FARMASI
Kesediaan membayar (Willingness to Pay/WTP) masyarakat terhadap asuransi kesehatan menggambarkan sejauh mana mereka bersedia mengalokasikan dana untuk perlindungan kesehatan. Tingkat WTP dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, tingkat penghasilan, dan lain-lain. Dalam skema cost-sharing, WTP menjadi indikator penting untuk menilai keberterimaan masyarakat terhadap sistem pembiayaan bersama dalam rangka mencegah pendistribusian dana yang tidak proporsional. Oleh karena itu, analisis ini dilakukan untuk memberikan informasi mengenai tingkat kesediaan membayar masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beserta faktor-faktor yang memberikan pengaruh.
Studi ini dilakukan di wilayah DIY dengan responden merupakan masyarakat yang tergabung dalam asuransi BPJS Kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan metode Contingent Valuation Method (CVM). Para responden diberikan pertanyaan yang meliputi karakteristik sosiodemografi, faktor kesehatan, serta kesediaan membayar biaya cost-sharing melalui Google Form. Analisis data selanjutnya dilakukan dengan metode regresi logistik bivariat menggunakan software SPSS untuk mengevaluasi tingkat WTP masyarakat wilayah DIY serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Penelitian ini melibatkan 173 responden dengan 163 responden memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Sebanyak 82 responden (50,3%) bersedia membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional skema cost-sharing dengan rata-rata WTP responden yaitu sebesar 11,05%. Analisis menunjukkan bahwa faktor pengeluaran kesehatan secara pribadi (Out-of-Pocket) (p = 0,017) serta kategori kepesertaan JKN, yaitu kelas 3 (p = 0,018) dan PPU (p = 0,008) berpengaruh signifikan terhadap WTP cost-sharing. Sementara itu, variabel usia, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, dan gaya hidup tidak memiliki hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan adanya potensi penerimaan masyarakat terhadap skema cost-sharing sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan.
Willingness to Pay (WTP) of people towards health insurance reflects the amount of financial resources they are willing to allocate for health protection. The level of WTP can be affected by factors such as age, education level, occupation, income level, and others. In a cost-sharing scheme, WTP is an important indicator to assess the public's acceptance of the co-financing system to prevent disproportionate distribution of funds. Therefore, this analysis was conducted to provide information on the level of willingness to pay of the individuals’ in the Special Region of Yogyakarta (DIY) and the factors that influence it.
This study was conducted in the DIY region with respondents who are members of the BPJS Health insurance. This research uses a cross-sectional study design with the Contingent Valuation Method (CVM). Respondents were asked questions related to sociodemographic characteristics, health factors, and willingness to pay cost-sharing using a Google Form. Further data analysis was carried out by the bivariate logistic regression method using SPSS software to evaluate the WTP level of people in the DIY region and the factors that influence it.
This study involved 173 respondents, with 163 respondents meeting the inclusion criteria and analyzed further. A total of 82 respondents (50.3%) were willing to pay National Health Insurance contributions for the cost-sharing scheme with an average WTP of 11.05%. The analysis showed that the factors of out-of-pocket health expenditure (p = 0.017) and the JKN membership category, namely class 3 (p = 0.018) and PPU (p = 0.008), had a significant effect on WTP cost-sharing. Meanwhile, age, education, employment, marital status, and lifestyle variables did not have a significant relationship. These findings indicate the potential for public acceptance of cost-sharing schemes as a consideration in policy development.
Kata Kunci : Willingness to Pay, cost-sharing, asuransi kesehatan, Contingent Valuation Method, Yogyakarta