Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Mendukung Usaha Tani di Kabupaten Purworejo
Septi Nurhasanah, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.; Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P.
2025 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN
Perkembangan teknologi yang pesat akibat modernisasi telah mendorong pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam berbagai sektor, termasuk pertanian. TIK memiliki potensi besar dalam mendukung pertanian yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Kabupaten Purworejo, yang memiliki kondisi geografis beragam, menjadi lokasi yang relevan untuk mengkaji pemanfaatan TIK dalam usaha tani. Penelitian ini dilakukan di tiga kecamatan yang merepresentasikan variasi geografis wilayah, yaitu Kecamatan Bener (lahan kering), Kecamatan Ngombol (dataran rendah pesisir), dan Kecamatan Purwodadi (lahan persawahan). Penelitian bertujuan untuk (1) membandingkan perbedaan rata-rata jumlah kebutuhan informasi oleh petani di ketiga kecamatan, dan (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan TIK oleh petani di Kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda dan uji ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kebutuhan informasi antar kecamatan, dengan Kecamatan Ngombol memiliki rata-rata kebutuhan informasi tertinggi. Hal ini berkaitan dengan tantangan kondisi geografis wilayah pesisir dan komoditas hortikultura yang mendorong petani lebih aktif mencari informasi. Selain itu, ditemukan bahwa lama bertani berpengaruh negatif dan luas lahan berpengaruh positif terhadap pemanfaatan TIK oleh petani. Sementara itu, faktor umur, pendidikan, status dalam kelompok tani, status lahan, dan jumlah perangkat TIK tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar bagi penyusunan kebijakan pertanian di Kabupaten Purworejo.
The rapid development of technology driven by modernization has encouraged the use of Information and Communication Technology (ICT) across various sectors, including agriculture. ICT holds significant potency in supporting smarter, more efficient, and sustainable farming practices. Purworejo Regency, with its diverse geographical characteristics, serves as a relevant location to examine the utilization of ICT in farming activities. This study was conducted in three sub-districts representing the geographical variations of the region: Bener (dryland), Ngombol (coastal lowland), and Purwodadi (rice field area). The objectives of the study were (1) to compare the average differences in farmers' information needs across the three sub-districts, and (2) to identify the factors influencing ICT utilization among farmers in Purworejo Regency. A descriptive quantitative method was employed, using multiple linear regression and one-way ANOVA analysis. The study results indicate significant differences in information needs among the sub-districts, with Ngombol showing the highest average due to its geographical challenges and horticultural commodities that require farmers to seek more agricultural information. Furthermore, farming experience was found to have a negative influence, while land size had a positive influence on ICT utilization. Meanwhile, age, education, membership status in farmer groups, land ownership status, and the number of ICT devices owned were not statistically significant factors. These findings are expected to serve as a basis information for formulating agricultural policy in Purworejo Regency.
Kata Kunci : Pertanian, kebutuhan informasi, teknologi informasi dan komunikasi