Laporkan Masalah

Permasalahan Terkait Obat (Drug Related Problems) dan Persepsi Healthcare Team terhadap Intervensi Apoteker Klinis pada Pasien Penyakit Dalam di Ruang Rawat Inap RSA UGM Yogyakarta

Eka Febriana, Dr. apt. Soni Siswanto, M.Biomed.; apt. Anggraini Citra Ryshang Bathari, M.Clin.Pharm.

2025 | Skripsi | FARMASI

DRPs merupakan penggunaan obat yang berpotensi menimbulkan dampak yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan terapi. DRPs umum terjadi pada pasien rawat inap dengan komorbiditas penyakit dan polifarmasi. Apoteker klinis yang merupakan bagian dari healthcare team juga berperan penting dalam menurunkan angka kejadian DRPs. Intervensi apoteker klinis merupakan upaya dalam mencegah dan menangani DRPs. Namun, persepsi (respon) healthcare team terhadap intervensi apoteker masih beragam tergantung kemampuan komunikasi dan tingkat pengetahuan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kejadian DRPs yang paling umum terjadi dan melihat hubungan antara persepsi (respon) healthcare team terhadap intervensi apoteker klinis dalam menangani DRPs.

Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan melihat data rekam medis pasien penyakit dalam di ruang rawat inap RSA UGM pada Januari-Desember 2023. Pengambilan data dilakukan secara consecutive sampling. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif analitik menggunakan uji statistik deskriptif dan chi-square.

Hasil penelitian ini menunjukkan DRPs yang paling umum terjadi pada pasien rawat inap dengan diagnosis penyakit dalam yaitu DRPs jenis reaksi yang merugikan dengan nilai sebesar 46,15 %.  Sebagian besar intervensi apoteker untuk menyelesaikan DRPs diterima oleh healthcare team (81,4 %). Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi healthcare team terhadap jenis intervensi apoteker klinis (p-value = 0,006). Intervensi yang memiliki hubungan signifikan terhadap penerimaan healthcare team yaitu intervensi monitoring pasien dengan nilai p-value (0,01) dan odds ratio (8,17).

DRPs are the use of medications that may potentially cause undesirable impacts in achieving therapeutic goals. DRPs are common in inpatient patients with comorbidities and polypharmacy. Clinical pharmacists, as part of the healthcare team, play an important role in reducing the incidence of DRPs. Pharmacist interventions are efforts to prevent and manage DRPs. However, the perception (response) of the healthcare team toward pharmacist interventions varies, depending on communication skills and the level of knowledge of each member. This study aims to identify the most common DRPs and examine the relationship between the healthcare team's perception (response) toward clinical pharmacist interventions in handling DRPs.

This retrospective study was conducted by reviewing patient medical records in the internal medicine ward of RSA UGM from January to December 2023. Data collection was done through consecutive sampling. The data obtained were analyzed descriptively and analytically using descriptive statistical tests and chi-square tests.

The results of this study show that the most common DRP in inpatient patients with internal medicine diagnoses was adverse drug reactions, accounting for 46,15%. Most pharmacist interventions to resolve DRPs were accepted by the healthcare team (81,4%). A significant relationship was found between the healthcare team's perception of the type of clinical pharmacist intervention (p-value = 0,004). Interventions significantly related to healthcare team acceptance were patient monitoring interventions with a p-value of 0,006 and an odds ratio of 8,17.

Kata Kunci : DRPs, intervensi apoteker, persepsi healthcare team, penyakit dalam

  1. S1-2025-473360-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473360-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473360-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473360-title.pdf