FORMULASI NANOEMULSI EKSTRAK KEDELAI HITAM (Glycine max (L.) Merr) DENGAN AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS SEBAGAI SERUM ANTI-AGING
Rekryan Muhammad Syamil Al Baqir, apt. Puguh Indrasetiawan, M.Sc., Ph.D.; Dr.rer.nat. apt. Joko Tri Wibowo, M.Sc.
2025 | Skripsi | FARMASI
Penuaan dini akibat paparan radikal bebas mendorong
pengembangan sediaan topikal berbasis antioksidan alami yang aman dan efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serum nanoemulsi dari ekstrak biji
kedelai hitam (Glycine max (L.) Merr) sebagai agen anti-aging. Ekstrak
diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 70%. Kandungan flavonoid dianalisis
secara kualitatif dan kuantitatif masing-masing menggunakan thin layer
chromatography (TLC) dan spektrofotometri UV-Vis dengan rutin sebagai
pembanding. Hasil analisis menunjukkan kandungan flavonoid sebesar 21,87 ± 0,26
mg RE/g ekstrak, dengan aktivitas penangkapan radikal bebas yang kuat
berdasarkan nilai IC50 sebesar 72,26 ± 8,23 µg/mL. Analisis korelasi
Pearson menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara kadar flavonoid dan
nilai IC50 (r = -0,998; p = 0,038), yang mengindikasikan peran
dominan flavonoid dalam aktivitas penangkapan radikal bebas. Ekstrak kemudian
diformulasi sebagai emulsi dan nanoemulsi menggunakan kombinasi hydrophilic-lipophilic
balance (HLB) 10, 11, dan 12. Evaluasi terhadap masing-masing formula
dilakukan dengan menilai stabilitas secara visual, organoleptis, ukuran
partikel, indeks polidispersitas (PDI), potensial zeta, pH, dan viskositas.
Nanoemulsi dengan nilai HLB 12 memiliki ukuran partikel yang paling kecil (203,73
± 3,35 nm) dengan distribusi ukuran yang merata (PDI = 0,20) dan stabilitas
fisik yang sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa nanoemulsi ekstrak biji G.
max pada HLB 12 memiliki potensi tinggi sebagai kandidat sediaan anti-aging
topikal.
Premature aging caused by free radical exposure has driven the development of safe and effective natural antioxidant-based topical formulations. This study aimed to develop a nanoemulsion serum from black soybean (Glycine max (L.) Merr) seed extract as an anti-aging agent. The extract was obtained through maceration using 70% ethanol. Flavonoid content was analyzed qualitatively and quantitatively using thin-layer chromatography (TLC) and UV-Vis spectrophotometry with rutin as a standard. The extract contained 21.87 ± 0.26 mg RE/g and exhibited strong radical scavenging activity with an IC?? value of 72.26 ± 8.23 µg/mL. A significant negative correlation was observed between flavonoid content and IC?? value (r = -0.998; p = 0.038), indicating the dominant role of flavonoids. The extract was formulated into emulsions and nanoemulsions using HLB values of 10, 11, and 12, then evaluated for visual and organoleptic stability, particle size, polydispersity index (PDI), zeta potential, pH, and viscosity. The nanoemulsion at HLB 12 showed the smallest particle size (203.73 ± 3.35 nm), narrow distribution (PDI = 0.20), and excellent physical stability, suggesting high potential as a topical anti-aging formulation.
Kata Kunci : Anti-aging, skin aging, kedelai hitam, nanoemulsi, antioksidan