Penanggulangan Sedimentasi Dermaga Pelabuhan Sungai Cilauteureun Kawasan Pesisir Pantai Santolo Kabupaten Garut
MUHAMAD IQBAL LISTYANTO, Dr. sc.tech. Adhy Kurniawan,. S.T
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA PELAKSANAAN BANGUNAN SIPIL
Kenaikan muka air laut memicu abrasi dan akumulasi sedimen yang menyebabkan perubahan garis pantai, termasuk pada muara Sunai Cilauteureun, kawasan Pesisir Pantai Santolo selama 10 tahun terakhir. Proses sedimentasi tersebut membentuk tembolo pada bibir muara yang menghambat jalur pelayaran. Sebagai upaya penanggulangan, pemerintah membangun struktur pengaman pantai berupa jetty sepanjang 185 meter yang dibangun dari garis pantai ke arah laut di sisi timur muara. namun pada tahun 2019, sebagian struktur tersebut harus dipotong akibat tembolo yang kembali menutup alur pelayaran. Permasalahan sedimentasi ini mengakibatkan gangguan terhadap kelancaran lalu lintas kapal nelayan.
Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis proses sedimentasi pada kawasan pesisir Pantai
Santolo, muara Sungai Cilauteureun, Kabupaten Garut, Jawa Barat, melalui
pendekatan pemodelan numerik dan analisis data hidrodinamika. Data utama yang
digunakan meliputi data gelombang, pasang surut, dan angin yang diperoleh
melalui data reyanalisis ERA 5, Delft dhasboard, Gebco. Seluruh data
tersebut kemudian diolah dan dianalisis secara sistematis menggunakan beberapa software
seperti Ocean Data View (ODV) untuk visualisasi data oseanografi,
Delft3D untuk pemodelan hidrodinamika dan sebaran sedimen, WRPLOT menganaliss
arah angin, SURFER dan Civil3D untuk pengolahan data spasial dan pembuatan
topografi dasar perairan.
Hasil penelitian menunjukkan
fluktuasi arah dan ketinggian gelombang signifikan yang dipengaruhi oleh siklus
musiman dan arah dominan angin pada setiap fase musimnya. Penelitian ini
merekomendasikan strategi penanggulangan sedimen berupa pengerukan (dredging),
pembangunan jetty baru, pengelolaan dan pemanfaatan sedimen (benefical
use), serta monitoring berjangka berbasis teknologi. Harapannya dengan
menggunakan pendekatan terpadu ini dinilai cukup efektif dan berkelanjutan pada
kawasan yang terdampak.
Sea leve rise has triggered
abrasion and sediment accumulation, causing changes to the coastline, including
at the mouth of Cilauteureun River in the Santolo coastal area over the past 10
years. This sedimentation process has formed a barrier at the mouth river, obstructing
shipping anes. As a mitigation effort, the government consctructed a coastal protection structure
in the form a 185 meter long jetty extending from the shoreline toward the sea
on the eastern side of the estuary. However, in 2019, part of the structure had
to be cut due to the temboo re-blocking the shipping channel. This
sedimentation issue has disrupted the smooth fow of fishing vessel traffic.
This study aims to analyze the
sedimentation process in the coastal area of Santolo Beach at the mout of the Cilauteureun
River, Garut Regency, West Java. Through a numerical modeling approach and
hydrodynamic data analysis. The main data used include wave, tidal, and wind
data ontained from ERA 5 reanalysis data, Delft Dhasboard, and Gebco. All of
this data was then systematically processed and analyzed using severa software
programs such Ocean Data View (ODV) for
oceanographic data visualization, Delft3D for hydrodynamic modeing and sediment
distribution, WRPLOT for wind direction analysis, SURFER and Civil3D for spatial
data processing and the creation of a basic water body topography.
The result of the study show significant fluctuations in wave direction and height, wich are influenced by seasonal cycles and the dominant wind direction in each phase of the season. The study recommends sedimen mitigation strategies in the for dredging, construction of new jetties, sediment management and beneficial use, as well as technology-based ong-term monitoring. It is hoped that this integrated approach will be considered effective and sustainable in the affected areas.
Kata Kunci : Penelitian, data, model, hidrodinamika, analisis, penanggulangan, dampak.