PENGEMBANGAN SABUN PADAT BERBAHAN LIMBAH KULIT ARI KEDELAI (GLYCINE MAX)
Sitta Aura Shabrina, Dr. Ratih Hardiyanti, S.T.P., M.Eng.
2025 | Tugas Akhir | D4 Pengembangan Produk Agroindustri
Limbah
kulit ari kedelai, yang umumnya dibuang dalam industri pengolahan kedelai,
memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam berbagai produk, termasuk sabun
padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi
kulit ari kedelai dan pengurangan NaOH terhadap kualitas sabun padat, dengan
fokus pada kelembapan kulit, pH sabun, dan penerimaan panelis. Proses pembuatan
sabun melalui saponifikasi dengan variasi konsentrasi kulit ari kedelai dan variasi
pengurangan NaOH.
Parameter yang diamati meliputi kelembapan kulit setelah penggunaan, pH sabun, serta preferensi panelis terhadap sabun yang dihasilkan. Analisis data menggunakan uji ANOVA dua arah untuk menilai pengaruh konsentrasi kulit ari kedelai dan pengurangan NaOH serta interaksinya terhadap kualitas sabun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kulit ari kedelai memengaruhi kelembapan kulit, pH sabun, dan penerimaan panelis, sedangkan pengurangan NaOH berpengaruh pada kelembapan kulit dan pH, namun tidak memengaruhi penerimaan panelis secara signifikan. Temuan ini memberikan wawasan mengenai potensi pemanfaatan limbah kulit ari kedelai dalam pembuatan sabun yang ramah lingkungan dan berkualitas
Soybean hull waste,
which is typically discarded in soybean processing industries, holds potential
for use in various products, including solid soap. This study aims to evaluate
the effects of varying concentrations of soybean hulls and reduced NaOH on the
quality of solid soap, focusing on skin moisture, soap pH, and panelist
acceptance. The soap production process was carried out through saponification
with variations in soybean hull concentration and variations in NaOH reduction.
Parameters observed
included skin moisture after use, soap pH, and panelist preferences for the
resulting soap. Data analysis was performed using a two-way ANOVA to assess the
effects of soybean hull concentration and NaOH reduction, as well as their interactions,
on soap quality. The results showed that soybean hull concentration
significantly affected skin moisture, soap pH, and panelist acceptance, while
NaOH reduction influenced skin moisture and pH but did not significantly affect
panelist preferences. These findings provide insights into the potential of
utilizing soybean hull waste in the production of environmentally friendly and
high-quality soap.
Kata Kunci : Hedonik, kelembapan kulit, kulit ari kedelai, pH, sabun padat.