Estimasi Emisi Karbon Atas Permukaan Tanah Akibat Pembuatan Jalan Hutan pada Blok Rencana Kerja Tahunan 2024 PT Wana Bakti Persada Utama, Kalimantan Timur
Hafiz Satrio Lanangjati, Rochmad Hidayat, S.Hut., M.Sc.
2025 | Tugas Akhir | D4 PENGELOLAAN HUTAN
Kegiatan pembangunan jalan hutan di kawasan produksi merupakan salah
satu faktor utama yang dapat meningkatkan emisi karbon, sehingga menjadi isu
strategis dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan hutan lestari di
Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengestimasi emisi karbon atas permukaan
tanah akibat pembangunan jaringan jalan di Blok Rencana Kerja Tahunan (RKT)
2024 PT Wana Bakti Persada Utama, Kalimantan Timur. Metode yang digunakan
mencakup pengukuran biomassa tegkan dan tumbuhan bawah dengan
pendekatan nilai Biomass
Expansion Factor (BEF) dan SNI 7724:2019. Analisis luas area terdampak berbasis pengukuran lapangan dan
digitalisasi peta menggunakan sistem informasi geografis (QGIS). Data primer
diperoleh dari pengukuran diameter dan tinggi pohon pada plot 20 x100 meter,
sementara biomassa tumbuhan bawah diukur secara destruktif sampling pada
subplot 1x1 m. Nilai cadangan karbon dihitung dari konversi biomassa
menggunakan faktor koreksi, kemudian dikonversi menjadi emisi CO?.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jalan hutan dengan
panjang total 36,069 km dan rata-rata lebar 12,25 m menyebabkan keterbukaan
lahan seluas 44,19 hektar. Rata-rata cadangan karbon atas permukaan per hektar
mencapai 174,03 tonC/ha, sedangkan total cadangan karbon yang hilang akibat
aktivitas ini sebesar 7.691,97 tonC. Estimasi emisi karbon atas permukaan tanah
yang dilepaskan ke atmosfer dihitung sebesar 28.203,90 ton CO? dengan rerata
emisi 638,16 ton CO?/ha. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan metode
Reduced Impact Logging – Carbon (RIL-C) guna meminimalkan emisi karbon pada
setiap tahap pembangunan infrastruktur hutan produksi. Penelitian ini
memberikan dasar kuat bagi perencanaan mitigasi emisi karbon di tingkat tapak
dan mendukung target penurunan emisi nasional melalui pengelolaan hutan
berkelanjutan.
The development of forest roads in production areas significantly
contributes to increased carbon emissions, posing strategic challenges for
climate change mitigation and sustainable forest management in Indonesia. This
study aims to estimate the aboveground carbon emissions resulting from road
construction within the 2024 Annual Work Plan Block of PT Wana Bakti Persada
Utama in East Kalimantan. The methodology involved measuring stand and
understory biomass using the Biomass Expansion Factor (BEF) approach and SNI 7724:2019
standards. Impacted areas were analyzed through field measurements and map
digitization using Geographic Information Systems (QGIS). Primary data were
collected by measuring tree diameter and height in 20 x 100 meter plots, while
understory biomass was assessed via destructive sampling in 1 x 1 meter
subplots. Carbon stock values were calculated by converting biomass with
correction factors and subsequently converted to CO? emissions.
The results indicate that road construction totaling 36.069 km in length
and averaging 12.25 m in width has opened 44.19 hectares of land. The average
aboveground carbon stock was 174.03 tons C/ha, with a total carbon loss of
7,691.97 tons C. Estimated CO? emissions released into the atmosphere from
surface soil amounted to 28,203.90 tons CO?, or an average of 638.16 tons CO?
per hectare. These findings underscore the critical need to implement Reduced
Impact Logging – Carbon (RIL-C) methods to minimize carbon emissions during
forest infrastructure development stages. This study provides a valuable basis
for onsite carbon emission mitigation planning and supports national emission
reduction targets through sustainable forest management.
Kata Kunci : Emisi Karbon, Pembangunan Jalan Hutan, Permukaan Tanah, PBPH-HA, Kalimantan Timur