SIMULASI USIA AIR (WATER AGE) DI DALAM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI PERUMDA PDAM TIRTAMARTA KOTA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN EPANET 2.2
Raihan Rozaq Tsani Salim, Ir. Intan Supraba, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2025 | Skripsi | S1 TEKNIK INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN
Distribusi air bersih yang andal dan aman merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi Perumda PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta, khususnya dalam pengelolaan usia air (water age) pada jaringan pipa distribusi. Usia air yang tinggi pada sistem distribusi tidak hanya berpotensi menyebabkan penurunan kualitas air, seperti menurunnya konsentrasi sisa klorin dan meningkatnya pertumbuhan mikroorganisme, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi pelanggan akibat terbentuknya produk sampingan disinfektan maupun kontaminasi logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran nilai usia air pada jaringan distribusi PDAM Tirtamarta, mengevaluasi kinerja usia air eksisting, serta menyelidiki hubungan usia air terhadap parameter kualitas air pada keran pelanggan.
Simulasi dan pemodelan dilakukan secara terintegrasi berbasis GIS menggunakan perangkat lunak EPANET 2.2 yang dikombinasikan dengan QGIS melalui fitur plugin QEPANET, sehingga mampu memvisualisasikan dan memetakan sebaran usia air secara spasial di jaringan distribusi. Analisis penelitian ini memanfaatkan data sekunder yang meliputi karakteristik teknis jaringan pipa, data operasional sistem distribusi, serta hasil pengukuran kualitas air pada beberapa titik sampling pelanggan.
Hasil simulasi menunjukkan sebaran usia air yang bervariasi pada tiap zona, dengan rerata usia air tertinggi mencapai 17,20 jam pada node terjauh dari reservoir. Namun, seluruh nilai usia air masih tergolong short berdasarkan kriteria United States Environmental Protection Agency (US EPA). Penilaian kinerja sistem distribusi menunjukkan kategori good performance, dengan lebih dari 95,63% nodes dapat menjaga usia air pada kategori tersebut selama 24 jam. Meski demikian, ditemukan kandungan besi terlarut (Fe) melebihi baku mutu meski tidak berkorelasi signifikan dengan usia air. Hal ini kemungkinan besar diakibatkan oleh korosi pipa distribusi yang sudah tua sehingga diperlukan validasi dan evaluasi operasional lebih lanjut serta perumusan standar batas aman usia air pada jaringan distribusi sebagai upaya menjaga kualitas air di masa mendatang.
Kata Kunci : EPANET 2.2, jaringan distribusi, kualitas air, QGIS, usia air