Pengaruh Grouting Terhadap Stabilitas Spillway Pada Proyek Bendungan Karangnongko
Andika Dwi Prasetya, Dr.Eng. Ir. Sito Ismanti, S.T., M.Eng., IPM.
2025 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Grouting merupakan suatu metode yang dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir adanya
rembesan serta meningkatkan kepadatan tanah, khususnya pada infrastruktur air seperti
bendungan dan bendung. Pada Bendungan Karangnongko yang dibangun untuk mendukung
kebutuhan irigasi, pengendalian banjir, dan penyediaan air baku memiliki kondisi geologi
berupa tanah napal yang bersifat rapuh dan berpori tinggi. Hal ini dapat menyebabkan potensi
rembesan air yang tinggi dan penurunan stabilitas struktur, khususnya pada bangunan pelimpah
(spillway). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas grouting dalam menurunkan
debit rembesan serta meningkatkan kestabilan spillway terhadap gaya geser, guling, dan bahaya
piping.
Grouting yang diterapkan pada penelitian ini ialah jenis grouting konsolidasi, yang merupakan
jenis grouting dangkal dengan tujuan mengisi retakan dan rongga di fondasi agar mengurangi
permeabilitas dan memperkuat daya dukung tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian
meliputi analisis teoritis dan simulasi numerik menggunakan perangkat lunak GeoStudio
SEEP/W untuk rembesan dan SIGMA/W untuk deformasi. Data sekunder yang digunakan antara
lain data bor (boring log), hasil uji laboratorium tanah, data Detail Engineering Design (DED),
serta hasil uji grouting berupa Water Pressure Test (WPT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa grouting memberikan dampak signifikan dalam
menurunkan nilai debit rembesan sebesar 4% - 14%, meningkatkan faktor keamanan terhadap
geser sebesar 12% - 15% , serta menurunkan risiko piping sebesar 8,6%. Selain itu, deformasi
vertikal pada struktur menunjukkan penurunan sebesar 42% setelah dilakukan grouting. Nilai
Lugeon juga menurun sebesar 65% - 88% yang menunjukkan keberhasilan dalam proses
injeksi. Dengan demikian, grouting terbukti efektif sebagai metode perbaikan fondasi untuk
meningkatkan keamanan spillway bendungan, serta dapat dijadikan rujukan dalam perencanaan
proyek bendungan di lokasi dengan karakteristik geologi serupa. Untuk mendapatkan hasil
yang lebih optimal, dilakukan alternatif desain berupa penambahan grouting dengan kedalaman
sedalam 8 meter pada bagian apron hilir untuk meningkatkan faktor keamanan terhadap guling
sebesar 72%.
Grouting is an engineering method used to reduce seepage and improve soil density,
particularly in hydraulic structures such as dams and weirs. Karangnongko Dam, constructed
as a national strategic project to support irrigation, flood control, and raw water supply, is
situated on a geological formation dominated by marl soil, which is brittle and highly porous.
These conditions can lead to high seepage potential and decreased structural stability,
especially in the spillway area. This study aims to evaluate the effectiveness of grouting in
reducing seepage discharge and enhancing spillway stability against sliding, overturning, and
piping hazards.
The applied technique was consolidation grouting, a shallow injection method intended to fill
cracks and voids within the foundation, thereby reducing soil permeability and increasing
bearing capacity. The methodology combines theoretical analysis with numerical simulations
using GeoStudio software: SEEP/W for seepage analysis and SIGMA/W for deformation
modeling. Secondary data utilized in this study include borehole logs, laboratory soil testing
results, Detail Engineering Design (DED) documents, and Water Pressure Test (WPT) results.
The findings indicate that grouting reduced seepage discharge by 4% to 14%, improved the
safety factor against sliding by 12% to 15%, and lowered the risk of piping by 8.6%. Vertical
deformation also decreased by 42%, while Lugeon values dropped by 65% to 88%, indicating
a successful injection process. As an optimization measure, additional 8 meter deep grouting
under the downstream apron was proposed, resulting in a 72% increase in the overturning
safety factor.
Kata Kunci : Grouting, rembesan, deformasi, stabilitas spillway, faktor keamanan