Hubungan Interaksi Teman Sebaya Dengan Perilaku Merokok Elektrik Pada Mahasiswa Universitas Gadjah Mada
DEA MAHARANI, Purwanta, S.Kp., M.Kes ; Suis Galischa Wati, S.Kep., Ns., M.Kep
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang : Seiring berkembangnya zaman, pengguna
rokok konvesional banyak yang beralih ke rokok elektrik karena dianggap sebagai
alternatif untuk mengurangi konsumsi rokok konvesional. Berada dalam lingkungan
pertemanan yang menggunakan rokok elektrik memungkindan individu untuk meniru
perilaku merokok elektrik teman sebayanya agar dapat diterima di kelompoknya. Mahasiswa, sebagai kelompok usia
dewasa muda yang aktif secara sosial, rentan terhadap pengaruh teman sebaya,
termasuk dalam perilaku merokok elektrik.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara interaksi teman sebaya
dengan perilaku merokok elektrik pada mahasiswa Universitas Gadjah Mada.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan rancangan cross-sectional. Responden yang terlibat adalah 395
mahasiswa S1 Universitas Gadjah Mada yang diambil dengan metode proportionate
sampling dan consecutive sampling. Untuk pengambilan data penelitian
menggunakan kuesioner data demografi, perilaku merokok elektrik dan interaksi
teman sebaya. Hubungan interaksi teman sebaya dan perilaku merokok elektrik dianalisis
menggunakan uji Chi Square dengan software analisis data statistik.
Hasil : Sebagian besar responden sebanyak 62,03% merupakan
pengguna rokok elektrik, didominasi oleh laki-laki sebanyak 66,94?n kelompok
usia terbanyak adalah 21 tahun sebesar 35,70%.
Pada pengguna rokok elektrik, interaksi teman sebaya terhadap rokok elektrik
terdapat yang berpengaruh sebesar 56,2%. Hasil analisis dengan menggunakan Chi-Square
antara interaksi teman sebaya dengan perilaku merokok elektrik menunjukkan p-value
= 0,000.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi
teman sebaya dengan perilaku merokok elektrik pada mahasiswa Universitas Gadjah
Mada.
Background: Along with the times, many tobacco cigarette users
have switched to e-cigarettes because it is considered an alternative to reduce
the tobacco consumption of cigarettes. Being in a environment of friends who
use e-cigarettes allow individuals to imitate the e-cigarette-smoking behavior
of their peers to be accepted in their group. Students, as a socially active
young adult age group, are vulnerable to peer influence, including in
e-cigarette smoking behavior.
Objective: To determine the relationship between peer
interaction with e-cigarette smoking behavior in Gadjah Mada University
students.
Methods: This study is a quantitative research with a cross-sectional.
The research sample was 395 undergraduate students of Gadjah Mada University, who
were selected using proportionate sampling and consecutive sampling methods. To
collect research data using demographic data questionnaires, e-cigarette
smoking behavior and peer interaction. The relationship between peer
interaction and e-cigarette smoking behavior was analyzed using the Chi Square
test with statistical data analysis software.
Results: Most of the respondents 62,03% were e-cigarette users, dominated by men
66,94% and the largest age group was 21 years old at 35,70%. In e-cigarette users, peer interaction on
e-cigarettes has is influential of 56,2%. There results of the analysis using
Chi Square between peer interaction with e-cigarette smoking behavior showed a p-value
= 0,000.
Conclusion: There is a significant relationship between peer
interaction and e-cigarette smoking behavior among Gadjah Mada University
students.
Kata Kunci : Perilaku Merokok, Rokok Elektrik, Teman Sebaya, Mahasiswa