Laporkan Masalah

Potensi Trichoderma asperellum Sebagai Agens Pengendali Spodoptera exigua

Manda Rahma Cyntia, Dr. Suryanti, S.P., M.P. ; Dr. Ir. Nugroho Susetya Putra, M.Si.

2025 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Spodoptera exigua merupakan hama utama tanaman bawang merah yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan dan penurunan hasil panen. Pengendalian menggunakan  pestisida kimia yang berlebihan telah menimbulkan dampak negatif. Trichoderma asperellum merupakan jamur yang banyak dikembangkan sebagai agens pengendali hayati karena kemampuannya untuk menghasilkan beberapa enzim perombak diantaranya kitinase. Kitin merupakan senyawa penyusun dinding sel serangga, sehingga T. asperellum berpotensi untuk dikembangkan sebagai agens pengendali hayati S. exigua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi T. asperellum sebagai agens pengendali S. exigua dan teknik aplikasi T. asperellum yang memberikan hasil terbaik dalam menekan serangan S. exigua.  Pengujian dilakukan dengan metode semprot langsung dan aplikasi pada tanaman bawang merah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pakan daun bawang yang telah diaplikasikan T. asperellum dengan cara kocor berpengaruh terhadap perkembangan fisiologis serangga, meskipun tidak terjadi kematian larva. Aplikasi T. asperellum dengan metode semprot memiliki mortalitas yang cukup tinggi pada larva di laboratorium dan lebih efektif jika dilakukan sebelum terjadinya serangan dengan persentase mortalitas tertinggi sebesar 50%. T. asperellum mampu mengkolonisasi akar tanaman. Hasil ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi T. asperellum dalam mengendalikan serangga herbivor.

Spodoptera exigua is a major pest of shallot plants that can cause significant damage and yield loss. The use of chemical pesticides has led to negative impacts. Trichoderma asperellum is a fungus widely developed as a biological control agent due to its ability to produce various degrading enzymes, including chitinase. Chitin is a major component of insect cell walls, T. asperellum promising for development as a biological control agent against S. exigua. This study aimed to evaluate the potential of T. asperellum as a biocontrol agent for S. exigua and to determine the most effective application technique for suppressing pest infestation. Applications were conducted through foliar spraying and soil drenching on shallot plants. The results showed that feeding on shallot leaves treated with T. asperellum via soil drenching affected the physiological development of the insect, although larval mortality was not observed. Foliar application of T. asperellum resulted in relatively high larval mortality under laboratory conditions and was more effective when applied prior to infestation, with the highest mortality rate reaching 50%. Additionally, T. asperellum was able to successfully colonize the plant roots. These findings suggest that T. asperellum has promising potential as a biological control agent against herbivorous insect pests.

Kata Kunci : bawang merah, compensatory feeding, endofitik, kolonisasi, metabolit sekunder

  1. S1-2025-481473-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481473-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481473-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481473-title.pdf