Laporkan Masalah

Pengaruh Kondisi Pekerjaan Utama dan Teknologi Informasi serta Komunikasi (TIK) terhadap Pekerjaan Ganda: Studi dari Data Sakernas 2019 dan 2024

Irvan Yulio Pratama, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Transformasi pasar tenaga kerja akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mendorong berkembangnya bentuk-bentuk pekerjaan nonstandar, termasuk praktik memiliki lebih dari satu pekerjaan (multiple job holding). Keputusan untuk mengambil pekerjaan tambahan tidak semata-mata dipengaruhi oleh tekanan ekonomi, seperti rendahnya pendapatan atau keterbatasan jam kerja, tetapi juga oleh pemanfaatan TIK dalam aktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi pekerjaan utama, yang direpresentasikan oleh pendapatan dan jam kerja, serta penggunaan TIK terhadap probabilitas pekerja memiliki pekerjaan tambahan di Indonesia. Data yang digunakan berasal dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2019 dan 2024. Metode analisis yang diterapkan mencakup regresi logit dan OLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan dan jam kerja dari pekerjaan utama berpengaruh negatif dan signifikan terhadap probabilitas serta durasi pekerjaan tambahan. Sebaliknya, penggunaan TIK berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedua indikator tersebut. Temuan juga mengindikasikan bahwa pengaruh variabel-variabel tersebut cenderung lebih kuat pada kelompok pekerja laki-laki dan kelompok usia 31–45 tahun. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa keputusan untuk memiliki pekerjaan tambahan tidak hanya dipengaruhi oleh tekanan ekonomi, tetapi juga oleh keterbukaan akses terhadap teknologi serta karakteristik demografis pekerja.

The transformation of the labor market driven by advances in information and communication technology (ICT) has led to the proliferation of non-standard forms of employment, including multiple job holding. The decision to engage in additional employment is not solely influenced by economic pressure, such as low income or limited working hours, but also by the integration of ICT into work activities. This study aims to examine the effect of primary job conditions, represented by income and working hours, and ICT use on the probability of workers holding multiple jobs in Indonesia. The analysis utilizes data from the Indonesian National Labor Force Survey (Sakernas) conducted in August 2019 and 2024. The study employs logistic regression and OLS methods. The findings reveal that income and working hours from the primary job have a significant negative effect on both the probability and intensity of secondary employment. In contrast, ICT use shows a significant positive relationship with these outcomes. The analysis also indicates that these effects are more pronounced among male workers and those aged 31–45 years. Overall, the study highlights that the decision to take on additional employment is shaped not only by economic necessity but also by access to technology and demographic characteristics of the workforce.

Kata Kunci : Pekerjaan Tambahan, Pendapatan Pekerjaan Utama, Jam kerja Pekerjaan Utama, TIK, Pekerja

  1. S1-2025-481849-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481849-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481849-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481849-title.pdf