Laporkan Masalah

Penentuan kebutuhan anggaran pembangunan dalam memenuhi upaya kesehatan wajib :: Studi kasus di Puskesmas Narmada Kab. Lombok Barat

WAHYUDI, Mohamad, Prof.Dr. A.R. Karseno, MA

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Perhitungan anggaran yang secara riil dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah dalam pembangunan masyarakat, sangat penting demi tercapainya prinsip efektivitas, efisien dan ekonomis dalam manajemen pengeluaran daerah. Sesuai dengan Kepmendagri No. 29 Tahun 2002, perlu dikembangkan anggaran dengan pendekatan kinerja dan Standar Analisa Belanja (SAB) merupakan model yang dapat menyediakan informasi mengenai biaya yang secara riil dibutuhkan untuk melaksanakan tiap aktifitas pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya anggaran yang dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat dalam melaksanakan fungsi pelayanan masyarakat bidang kesehatan dalam memenuhi upaya kesehatan wajib. Perhitungan empiris dilakukan pada Puskesmas Narmada dengan menggunakan indeks penyesuaian, akan dihitung kebutuhan anggaran dari kedelapan belas Puskesmas lainnya yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Setelah diketahui kebutuhan anggaran Puskesmas Narmada dalam melaksanakan aktivitas pelayanan kesehatan wajib, maka komponen anggaran kemudian dikelompokkan untuk mengetahui berapa proporsi dari kebutuhan Puskesmas Narmada yang digunakan untuk membiayai BAU, BOP dan Pemeliharaan sarana dan prasarana umum, serta belanja modal. Selanjutnya adalah melakukan estimasi terhadap kebutuhan biaya pelayanan wajib bidang kesehatan untuk tahun anggaran 2004 di Puskesmas Narmada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan anggaran Puskesmas Narmada adalah sebesar Rp2.520.995.168,00 dan dengan asumsi ke-delapan belas Puskesmas lainnya di wilayah Kabupaten Lombok Barat mempunyai kegiatan yang sama dengan Puskesmas Narmada, maka kebutuhan biaya untuk seluruh Puskesmas di Kabupaten Lombok Barat adalah sebesar Rp64.235.665.380,00. Berdasarkan Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 hasil perhitungan menunjukkan bahwa sebesar 89,0% dari total kebutuhan Puskesmas Narmada pada TA. 2003 atau sejumlah Rp2.264.874.147 digunakan untuk BOP dan Pemeliharaan Sarana dan prasarana umum, sedangkan sisanya sejumlah Rp35.811.576,00 atau sekitar 1,4% adalah BAU dan belanja modal sebesar Rp243.745.500,00. Selanjutnya berdasarkan rata-rata suku bunga, estimasi kebutuhan anggaran pelayanan kesehatan dalam memenuhi upaya kesehatan wajib untuk tahun 2004 adalah sebesar Rp2.788.976.954,00 berdasarkan rata-rata laju inflasi kebutuhan anggaran untuk tahun 2004 adalah sebesar Rp2.908.724.224 dan berdasarkan rata-rata suku bunga riil adalah sebesar Rp2.893.850.353,00

The budget calculation in which regional government really need in community development is very important deal with achieving of efficiency, effectiveness and economic principles in regional expending management. Referring to Kepmendagri no. 29 years 2002, it is needed an budget development by mean of performance and Budget Analyzing Standard (Standar Analisa Belanja, SAB), a model which provides the information about really needed cost for regional government to bring about every service activity. This research was aimed to calculate how much the regional budget of Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat for carrying out the community service function in health aspect in order to fulfill the effort to compulsory health. The empirical calculation had been done in Puskesmas Narmada and using the adjustment index, the budget need of other 18 puskesmas in Kabupaten Lombok Barat could be estimated. By knowing the budget need of Puskesmas Narmada in carrying out service activity for compulsory health, the budget components were stratified for tracing how big the budget need proportion for BAU, BOP as well as public facility care, infrastructure care and the capital budget. Further more there was an estimation of the cost need for health compulsory service in Puskesmas Narmada during the fiscal years of 2004. The result showed that the budget need in Puskesmas Narmada was Rp2.520.995.168,00,- By assuming that other Puskesmas, the need for overall Puskesmas in Kabupaten Lombok Barat was Rp64.235.665.380,00,- Based on Kepmendagri 29, the calculation showed that 89,0% of the total need in Puskesmas Narmada during the year of 2003 (Rp2.264.874.147,00,-) were spent for BOP and public facility care as wall as public infrastructure care. The rest were accordingly Rp35.811.576,00,- (1,4%) spent for BAU and Rp243.745.500,00,-spent for the capital budget. In addition based on the average interest, the estimated budget need in 2004 for health service meanly the effort of the compulsory health was Rp2.788.976.954,00,- while based on the inflation rate was Rp2.908.724.224,00,- as well as was Rp2.893.850.353,00,- based on the real average rate.

Kata Kunci : Anggaran Pembangunan,Kesehatan Wajib,Puskesmas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.