ANALISIS CACAT PRODUK MINIBUS PADA PROSES FINISHING (Studi Kasus di PT. Mekar Armada Jaya)
Rodhoh Dyah Hayuningtyas, Ir. Janu Pardadi, MT
2012 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIPenekanan jumlah cacat pada produk yang dibuat oleh suatu perusahaan sangatlah penting. Setiap cacat yang terjadi pada setiap unit produk membuat perusahaan harus lebih memberikan waktu dan tenaga ekstra untuk melakukan perbaikan. Hal ini berarti waktu untuk menyelesaian produk menjadi semakin lama. Perusahaan-perusahaan yang mengerti baik akan hal tersebut melakukan berbagai macam analisis dan upaya untuk meminimalkan timbulnya cacat pada produk-produk mereka. Dalam penelitian ini, analisis cacat dilakukan pada P.T. Mekar Armada Jaya, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang autobody manufacturing, dengan menggabungkan dua jenis metode, yaitu TOC tools dan TRIZ. Proses yang dipilih untuk dianalisis internal defect-nya adalah proses finishing. Jenis cacat yang paling sering terjadi pada proses tersebut diketahui dengan bantuan tool Pareto Chart. Kemudian, cacat-cacat tersebut dianalisis sebab-akibatnya dengan menggunakan CRT (Current Reality Tree), yang merupakan salah satu dari TOC tools. TOC tools yang lain, yaitu EC (Evaporating Cloud) digunakan untuk mengetahui dan menjelaskan konflik yang muncul dari permasalahan yang telah dianalisis menggunakan CRT. Pencarian solusi dari kontradiksi-kontradiksi yang ditemukan dilakukan dengan menggunakan matriks kontradiksi TRIZ. Hasil dari penelitian ini ada tiga hal. Yang pertama adalah diketahuinya jenis jenis cacat yang paling sering timbul pada proses finishing, yaitu cat lecet, cat meleleh, stel/jogle/gepok, cat tipis, cat cap, dempul retak, cat reaksi/kasar, cat bintik, cat tidak rapi, cat baret, belum cat, cat kotor, dan dempul lecet. Hasil kedua dari penelitian ini adalah mengenai penyebab-penyebab terjadinya cacat-cacat tersebut, diantaranya karena menginginkan produktivitas tinggi yang menyebabkan pekerja saat proses produksi dan inspeksi menjadi kurang teliti, faktor pencahayaan pada tempat kerja yang kurang sesuai, dan kurang dijaganya kebersihan karena kesadaran pentingnya kebersihan pada saat proses produksi yang masih kurang. Hasil terakhir dari penelitian berupa solusi yang diambil berdasarkan hasil dari matriks kontradiksi TRIZ adalah melakukan 4 prinsip TRIZ, yaitu prinsip 10, prinsip 32, prinsip 39, dan prinsip 1. Prinsip 10 (preliminary action) dilakukan dengan memberikan training kepada para pekerja. Prinsip 32 (optical property changes) dilakukan dengan memperbaiki setting pencahayaan pada tempat kerja. Prinsip 39 (inert atmosphere) diaplikasikan dengan memberikan/menggunakan alat bantu yang dapat meredam dan mengurangi efek benturan dan goresan alat kerja. Prinsip terakhir, yaitu prinsip 1 (segmentation) dilakukan dengan memisahkan peralatan kerja yang bersih dengan yang kotor.
Kata Kunci : Cacat, TOC, CRT, EC, TRIZ