Laporkan Masalah

Masa Depan Relasi Australia-Cina di Tengah Rivalitas Amerika Serikat-Cina di Kawasan Asia-Pasifik

Arif Tirtana, Prof. Dr. Dafri Agussalim, M.A

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini menganalisis strategi kebijakan luar negeri Australia dalam menghadapi ketegangan dan dinamika rivalitas antara Amerika Serikat-Cina untuk menentukan hubungan Australia dengan Cina kedepannya di kawasan Asia-Pasifik. Sebagai negara middle power yang bergantung secara ekonomi pada Cina dan mendapatkan jaminan keamanan melalui aliansi dengan Amerika Serikat, Australia menghadapi dilema strategis yang kompleks. Dengan menerapkan konsep konstruktivisme dan strategi hedging, Australia berusaha menyeimbangkan hubungan bilateral dengan kedua kekuatan besar ini agar tetap menguntungkan sekaligus mengurangi risiko konflik. Strategi ini merupakan upaya adaptasi yang ditandai oleh diversifikasi hubungan regional dan penguatan aliansi multilateral seperti AUKUS serta kerja sama dengan negara-negara ASEAN, Jepang, Korea Selatan, dan India. Namun, ketergantungan yang berlebihan pada kebijakan hedging yang berisiko over-hedging atau under-hedging dapat berisiko mengancam stabilitas regional dan keberlanjutan posisi strategis Australia. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan Australia dalam menjaga hubungannya dengan Cina di tengah rivalitas global sangat bergantung pada penerapan strategi fleksibel, inovatif, dan kontekstual yang mampu merespon dinamika geopolitik yang terus berkembang.

This research analyzes Australia’s foreign policy strategy in the face of tensions and dynamics of rivalry between the United States-China to determine Australia’s future relationship with China in the Asia-Pacific region. As a middle power that is economically dependent on China and secured through an alliance with the United States, Australia faces a complex strategic dillema. By applying the concept of constructivism and hedging strategy, Australia seeks to balance its bilateral relationship with these two great powers to remain profitable while reducing the risk of conflict. This strategy is an adaptation effort characterized by the diversification of regional relations and the strengthening of multilateral alliances such as AUKUS as well as cooperation with ASEAN countries, Japan, South Korea and India. However, over-reliance on hedging policies that risk over-hedging or under-hedging could risk threatening regional stability and the sustainability of Australia’s strategic position. This finding confirms that Australia’s success in maintaining its relationship with China amid global rivalries depends largely on implementing flexible, innovative and contextualized strategies that are able to respond to evolving geopolitical dynamics.

Kata Kunci : Australia, Cina, Amerika Serikat, kebijakan hedging, rivalitas Amerika Serikat-Cina, hubungan bilateral, Asia-Pasifik

  1. S1-2025-481220-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481220-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481220-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481220-title.pdf