Laporkan Masalah

Faktor sosioekonomi dalam persalinan caesar: Bukti dari klaim asuransi kesehatan nasional Indonesia

Gerald Evan Aryasatya, Heni Wahyuni, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D.; Novat Pugo Sambodo, S.E., MIDEC., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Persalinan sesar (CD), yang diperuntukkan bagi persalinan darurat, kini semakin banyak dilakukan tanpa adanya indikasi medis di berbagai negara. Di Indonesia, angka persalinan sesar meningkat secara signifikan dari 2% pada tahun 1986 menjadi 16% pada tahun 2012, jauh melampaui batas yang direkomendasikan WHO sebesar 10–15%. Meskipun persalinan dengan metode CD penting, penggunaan yang berlebihan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan ibu dan anak serta membebani sistem kesehatan nasional seperti BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji determinan social-ekonomi termasuk kelembagaan yang mempengaruhi CD pada peserta BPJS Kesehatan, dengan menggunakan data klaim nasional periode 2016–2020. Model regresi logistik multivariat digunakan untuk mengestimasi hubungan antara CD dan berbagai variabel predictor. Hasil analisis menunjukkan bahwa persalinan bagi pemilik BPJS kelas I secara signifikan meningkatkan peluang terjadinya CD dibandingkan dengan kelas II dan III. Selain itu, perempuan yang tinggal di wilayah Jawa dan Bali memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk menjalani CD dibandingkan dengan wilayah lain. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sistem jaminan kesehatan nasional Indonesia berkontribusi terhadap pemerataan akses layanan, faktor sosio-ekonomi dan ketimpangan regional masih berperan dalam menentukan praktik persalinan.

Caesarean delivery (CD), once reserved for medical emergencies, is increasingly used for non-medical reasons worldwide. In Indonesia, CD rates surged from 2% in 1986 to 16% by 2012, far exceeding the WHO’s recommended threshold of 10–15%. While CD can be life-saving, its overuse raises concerns about maternal and child health, financial burden on health systems, and potential misuse under national insurance. This study investigates the socioeconomic and institutional determinants of CD among women insured under BPJS Kesehatan, using national claims data from 2016 to 2020. A multivariate logistic regression model was applied to estimate the association between CD and a range of predictors. The results indicate that delivery in Class I hospital wards was significantly associated with higher odds of CD compared to Class II and III wards, and women in Java and Bali also had significantly higher odds of CD compared to the other island. In contrast, variables such as poverty status (PBI membership), urban/rural residence, and use of private facilities were not significantly associated with CD, implying that BPJS Kesehatan’s financing model may mitigate some access disparities. These findings suggest that while Indonesia’s health insurance system may promote equity in some areas, socioeconomic factors and regional disparities continue to influence delivery practices.  

Kata Kunci : Caesarean Delivery, Socioeconomic Determinants of Health, Multivariate Logistic Regression, BPJS Kesehatan

  1. S1-2025-478247-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478247-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478247-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478247-title.pdf