Laporkan Masalah

Evaluasi Dampak Program Indonesia Pintar terhadap Capaian Penyelesaian Pendidikan Dasar dan Menengah di Daerah 3T Indonesia

Joshua Agung Nurcahyo, Dr. Anggi Rahajeng, M.Ec.

2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan intervensi pemerintah dalam bentuk bantuan tunai pendidikan yang ditujukan untuk meningkatkan akses dan keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak PIP terhadap capaian penyelesaian pendidikan dasar dan menengah di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Indonesia. Menggunakan data Susenas Maret 2024 dan pendekatan Propensity Score Matching (PSM), analisis dilakukan terhadap individu pada kelompok usia 13–15 tahun (SD), 16–18 tahun (SMP), dan 19–21 tahun (SMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PIP memiliki dampak positif terhadap peluang penyelesaian pendidikan pada semua jenjang, tetapi dengan tingkat signifikansi yang berbeda. Dampak pada jenjang SD sebesar 5,4 persen tidak signifikan secara statistik. Sementara itu, pada jenjang SMP dan SMA dampaknya masing-masing sebesar 3,3 persen dan 7,6 persen yang signifikan secara statistik. Ketidaksignifikanan pada jenjang SD diduga terkait dengan akses pendidikan dasar yang telah relatif merata di daerah 3T, sementara pada jenjang pendidikan menengah, tekanan struktural seperti terbatasnya jumlah sekolah menjadikan bantuan PIP lebih berdampak. Kata kunci: Program Indonesia Pintar, pendidikan 3T, penyelesaian pendidikan, Propensity Score Matching, evaluasi dampak 

Program Indonesia Pintar (PIP) is a government intervention in the form of conditional cash transfers aimed at improving access to and continuity of education for children from low-income families. This study aims to evaluate the impact of PIP on educational attainment at the primary and secondary levels in Indonesia's disadvantaged, frontier, and outermost (3T) regions. Utilizing data from the March 2024 National Socioeconomic Survey (Susenas) and employing the Propensity Score Matching (PSM) approach, the analysis focuses on individuals aged 13–15 (primary school), 16–18 (junior secondary school), and 19–21 (senior secondary school). The findings indicate that PIP has a positive effect on educational completion across all levels, albeit with varying levels of statistical significance. At the primary level, the program's estimated impact is 5.4 percent but not statistically significant. In contrast, the impacts at the junior and senior secondary levels are 3.3 percent and 7.6 percent, respectively, and both are statistically significant. The lack of significant impact at the primary level is likely attributable to the relatively equitable access to primary education in the 3T regions. Conversely, at the secondary levels, structural challenges such as the limited number of schools may make PIP assistance more impactful. Keywords: Indonesia Smart Program, 3T education, educational attainment, Propensity Score Matching, impact evaluation

Kata Kunci : Program Indonesia Pintar, pendidikan 3T, penyelesaian pendidikan, Propensity Score Matching, evaluasi dampak

  1. D4-2025-477932-abstract.pdf  
  2. D4-2025-477932-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-477932-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-477932-title.pdf