Laporkan Masalah

Kinerja pengelolaan retribusi pasar dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah di Kota Mataram

SENTANA, I Komang Gde, Drs. Wahyu Widayat, M.Ec

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Dalam upaya mengurangi ketergantungan keuangan pemerintah kabupaten/kota kepada provinsi dan pemerintah pusat dapat dilakukan dengan cara meningkatkan penerimaan retribusi daerah di kabupaten/kota. Retribusi pasar merupakan salah satu jenis retribusi daerah yang potensial saat ini, khususnya di Kota Mataram dan mempunyai prospek yang baik seiring dengan perkembangan perekonomian Kota Mataram. Atas dasar itulah, maka dilakukan penelitian tentang kinerja pengelolaan retribusi pasar di Kota Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi, tingkat efisiensi, efektivitas dan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penerimaan retribusi pasar Kota Mataram di masa mendatang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan penelitian lapangan. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer yang berhubungan dengan permasalahan dalam penelitian ini. Untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini digunakan alat analisis kuantitatif yaitu perhitungan potensi, efisiensi dan efektivitas penerimaan retribusi pasar. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa selama tahun anggaran 2003 potensi retribusi pasar sebesar Rp3.792.795.000,- sementara target yang ditetapkan sebesar Rp2.250.000.000,- atau hanya 59,32 % dari potensi yang sesungguhnya. Pemungutan retribusi pasar di Kota Mataram memiliki tingkat yang efisien yaitu dengan rata-rata per tahun sebesar 41,02 % selama periode tahun 1999/2000-2003. Tingkat efektivitas pemungutan retribusi pasar selama periode tahun 20002003 terletak pada tingkat yang tidak efektif yaitu dengan rata - rata per tahun sebesar 47,12 %. Elastisitas retribusi pasar terhadap pertumbuhan PDRB, jumlah penduduk dan laju inflasi selama 1994/1995-2003 adalah elastis dengan rata-rata per tahun masing-masing 6,59; 37,19 dan 9,98. Proyeksi penerimaan retribusi pasar untuk tiga tahun mendatang terus meningkat dari Rp2.223.950.000,- pada tahun 2004 menjadi Rp2.759.910.000,- pada tahun 2006.

In the means of decreasing on dependence of financial government in regency/city to province and central government could be performed by the way to get higher on local retribution’s acceptance in regency. Presently, the market retribution is one of potential locally retribution kinds, especially in Mataram and it has the better prospect together with the economically development in this city. Base on that, so it’s performed a Survey about working-way of market retribution managemen in Mataram. The aim of this survey is to know the potential, efficiency level, efectiveness and the means that could be performed for getting higher on market retribution’s acceptance in Mataram at future time. The method that used in collection data is literature study and field survey. The data that used is secondary and primary data which is relation to the problem in this survey. Into analysis of that problem in this survey, it is used the quantitative analysis’ tool that is potential calculation, efficiency and effectiveness of market retribution acceptance. From the analysis result shown during estimate of the cost in 2003 that the potential of market retribution in amount of Rp3.792.795.000 while that the confirmed target was Rp2.250.000.000 or only 59,32% from the real potential. The collecting of market retribution in Mataram processes the efficient level, that is yearly average in amount of 41,02% during the years’ period of 1999/2000-2003. The effectiveness level of collecting on market retribution during the years’ period of 2000-2003, lain in ineffective level that is yearly average in amount of 47,12%. The elasticity of market retribution toward to the PDRB growth, total population and inflationary speed during 1994/1995-2003 is elastic to the yearly average respectively in 6,59; 37,19 and 9,98. The projection on market retribution’s acceptance for the next three years will keep on rising from Rp2.223.950.000 in 2004 to be Rp2.759.910.000 in 2006

Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah,Pengelolaan Retribusi Pasar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.