Laporkan Masalah

Evaluasi Penggunaan Formula Jamu Sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.), Kapulaga (Amomum compactum Sol. ex Maton) dan Kunyit (Curcuma longa L.) pada Pasien Dispepsia di UPF Yankestrad Tawangmangu

Citra Kurnia Solihat, Dr. apt. Soni Siswanto, M.Biomed.

2025 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik

Latar belakang: Dispepsia merupakan penyakit saluran pencernaan yang sering ditemui dalam praktik pelayanan kesehatan. Pengobatan dengan ramuan jamu sembung (Blumea balsamifera), kapulaga (Amomum compactum), dan kunyit (Curcuma longa) bisa menjadi alternatif terapi dispepsia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ramuan jamu daun sembung, kapulaga dan kunyit dalam memperbaiki gejala pasien dispepsia  dan mengetahui pengaruh ramuan jamu dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dispepsia.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian berbasis studi observasional yang bersifat prospektif dengan bentuk one-group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan bulan Februari 2025 hingga Mei 2025 di Klinik Pratama Hortus Medicus (UPF Yankestrad Tawangmangu). Subyek penelitian adalah pasien dispepsia usia >18 tahun dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Pasien diberikan ramuan jamu rebusan yang terdiri dari 4 gram simplisia daun sembung, 1 gram simplisia biji kapulaga dan 4 gram simplisia rimpang kunyit dengan durasi terapi selama 2 hingga 4 minggu. Luaran terapi dilihat dari dua parameter yaitu tingkat keparahan gejala berdasarkan Dyspepsia Symptom Severity Index (DSSI) dan kualitas hidup yang dinilai menggunakan kuesioner Short – Form Nepean Dyspepsia Index Indonesia (SF – NDII). Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel 2016.
Hasil: Penelitian ini melibatkan 40 pasien dengan rentang usia 20 hingga 65 tahun. Karakteristik paling dominan adalah perempuan (62,5%), status bekerja (77,5%) dan memiliki kebiasaan makan yang tidak teratur (70%). Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor DSSI di awal terapi (minggu ke-0) dan akhir terapi (minggu ke-2 atau ke-4), dengan nilai p<0>
Kesimpulan: Terapi ramuan jamu sembung, kapulaga dan kunyit secara signifikan mengurangi tingkat keparahan gejala dan secara signifikan mampu meningkatkan kualitas hidup pasien dispepsia.

Background: Dyspepsia is one of the most common gastrointestinal disorders encountered in healthcare practice. Treatment using a herbal formulation of Blumea balsamifera (sembung), Amomum compactum (Java cardamom), and Curcuma longa (turmeric) can serve as an alternative therapy for dyspepsia. The objective of this research is determining the effectiveness of a herbal concoction made from sembung leaves, cardamom, and turmeric on symptoms improvement of dyspeptic patients and to assess the impact of this herbal remedy on improving the quality of life of these patients.

Methods: This study was an observational, prospective study with a one-group pretest-posttest design. The research was conducted from February to May 2025 at Klinik Pratama Hortus Medicus (UPF Yankestrad Tawangmangu). Subjects included dyspeptic patients aged >18 years, selected using a consecutive sampling method. Patients were administered a herbal decoction consisting of 4 grams of dried Blumea balsamifera leaves, 1 gram of dried Amomum compactum seeds, and 4 grams of dried Curcuma longa rhizome, with a treatment duration of 2 to 4 weeks. Therapeutic outcomes were assessed using two parameters: symptom severity based on the Dyspepsia Symptom Severity Index (DSSI) and quality of life measured by the Short-Form Nepean Dyspepsia Index Indonesia (SF-NDII) questionnaire. Data were analyzed using Microsoft Excel 2016.

Result: The study involved 40 patients aged between 20 and 65 years. The majority of participants were female (62.5%), employed status (77.5%), and irregular eating habits (70%). The analysis showed a significant difference between DSSI scores at the beginning (week 0) and end of therapy (week 2 or 4), with p<0>

Conclusion: The therapy using the herbal formulation of sembung, cardamom, and turmeric significantly reduces the severity of symptoms and significantly improves the quality of life for dyspepsia patients.

Kata Kunci : Dispepsia, Herbal, Jamu, Sembung, Kunyit, Kapulaga

  1. S2-2025-525569-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525569-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525569-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525569-title.pdf