Efisiensi, efektivitas pengelolaan retribusi kebersihan Kota Sorong 1999-2003
JITMAU, Alexandra S, Drs. Ahmad Djamli, MA
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanDengan berlakunya Undang - Undang otonomi daerah No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang - Undang No. 25 tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pusat dan daerah, menuntut peningkatan penerimaan daerah dengan menggali sumber-sumber pendapatan daerah, terutama yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu tugas pokok pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat (publick service). Salah satu bentuk pelayanan yang diberikan pemerintah kota adalah meningkatkan kualitas linkungan yang bersih melalui penyediaan pelayanan jasa bidang kebersihan. Tujuan penelitian, melihat realisasi peneriman retribusi kebersihan Kota Sorong, a). mengetahui tingkat efisiensi, efektivitas pemungutan retribusi kebersihan b). mengetahui proyeksi peneriman dan target penerimaan. c). mengetahui pengaruh penerimaan retribusi kebersihan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Manfaat penelitian memberi sumbangan pemikiran kepada Dinas Kebersihan Kota Sorong sebagai pengelola retribusi sebagai acuan untuk mengambil kebijakan di masa datang serta informasi untuk masyarakat Kota Sorong yang ditarik retribusinya sehingga mengetahui bagaimana manfaat retribusi yang masyarakat sudah bayar sejalan dengan layanan yang diberikan dinas Kebersihan Kota Sorong. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif , a. pengukuran efisiensi dengan menggunakan rumus Cost Collection Ratio (CCER). b. pengukuran efektivitas, efektivitas yaitu mengukur hubungan antara hasil penerimaan dengan target c. menganalisis proyeksi penerimaan dengan target penerimaan. Alat analisis yang digunakan adalah metode kuadrat terkecil (Least Square Method) Hasil analisis efisiensi, realisasi penerimaan dan biaya pemungutan belum efisien dari tahun 1999-2003, mendekati efisien pada tahun 1999 (81,60%) dan tahun 2000 (98,96%) sedangkan tahun 2001-2003, menujukkan efisiensi makin menurun. Hasil analisis efektivitas mengukur realisasi penerimaan retribusi kebersihan terhadap target yang ditetapkan, penerimaan tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Tetapi retribusi kebersihan Kota Sorong menunjukkan perbaikan efektivitas setiap tahunya kecuali pada tahun 2001-2002. Hasil analisis retribusi kebersihan terhadap retribusi yang diterima keseluruhan Tidak menunjukkan adanya kenaikan. padahal kalau potensi yang dimiliki Rp8.661.220.000 sementara realisasi Pendapatan Asli daerah secara keseluruhan hanya sebesar Rp6.050.499.108. artinya apabila potensi bisa terealisasi semua akan melebihi penerimaan PAD secara keseluruhan. Hasil proyeksi/peramalan target penerimaan retribusi 5 tahun ke depan 2008 sebesar Rp4.661.902.616 padahal potensi yang dimiliki Rp8.900.220.000
In validity of constitution of local autonomy No. 22 year 1999 about local government and constitution No. 25 year 1999 about fiscal equilibrium between centre and local, demand for increasing local revenue from PAD. One of government fundamental duty is extending public service. One of service from government is extending clean environmental quality by means of equipping public service in cleanliness. Objective of this study observe growth rate of obvious revenue from cleanliness retribution in Sorong a) determine efficiency and effectively rate of cleanliness retribution collection b) determine revenue projection and target revenue, d} determine influence of revenue from cleanliness retribution to PAD. Benefit of this study is to give some idea or concept to cleanliness department in Sorong City, as retribution organizer, as reference for future plan and as information for Sorong citizen who is collected in cleanliness retribution, so they know what benefit they can get from collected retribution they have paid along with services from government. Analysis tools in this study use quantitative analysis method, a) efficiency measuring with Cost Collection Ratio (CCER) formula, b) effectively measuring where the meaning of effectively here is measuring relationship between obvious revenue and target revenue, c) growth rate of obvious retribution revenue is a rising process of obvious retribution revenue, e) analyze revenue projection to target revenue. Analysis tool that is used is Least Square Method. Result from efficient, obvious revenue, and collection cost is not efficient yet in 1999-2003, near efficient in 1999 (81,60%) and 2000 (98,96%), whereas it shows efficiency reduction in 200-2003. in result of effectively analysis that measure obvious revenue from cleanliness retribution to target revenue, obvious revenue is not appropriate with target revenue. However, cleanliness retribution in Sorong city shows effectively improvement every year, except in 2001-2002. Analysis of growth rate is not too large if compared to current potential resources. However, cleanliness retribution to obvious revenue from cleanliness retribution does not show increasingly revenue. Whereas, they have potential revenue for amount Rp8.661.220.000, meanwhile obvious PAD is just Rp6.050.499.108. It means that if all of potential revenue can be realized, obvious revenue from cleanliness retribution may exceed whole revenue from PAD. Projection/prediction result of target revenue from retribution in next 5 years or 2008 is Rp4.661.902.616, whereas potential revenue in that moment is Rp8.900.220.000.
Kata Kunci : Retribusi Kebersihan Kota,Pengelolaan