Laporkan Masalah

Implementasi Zero Food Waste oleh Anggota Dasawisma Dusun Sumberan Kalurahan Sariharjo Kapanewon Ngaglik Kabupaten Sleman

Lidia Tri Aisyah, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P., Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D.

2025 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN

Permasalahan sampah makanan (food waste) menjadi isu serius yang salah satunya berdampak pada ketahanan pangan, khususnya di tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan anggota Dasawisma Kring 11 Dusun Sumberan, Kabupaten Sleman, terhadap konsep Zero Food Waste (ZFW), mengidentifikasi intensitas mereka dalam implementasi ZFW, mengukur tingkat ketahanan pangan keluarga, dan mengevaluasi hubungan antara implementasi ZFW dengan ketahanan pangan keluarga mereka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan diperkuat dengan data kualitatif dengan teknik survei terhadap 45 responden, yaitu seluruh anggota Dasawisma Kring 11 Sumberan. Ketahanan pangan anggota dasawisma diukur menggunakan indikator Household Food Insecurity Acess Scale (HFIAS) yang kemudian dianalisis hubungannya dengan data intensitas implementasi anggota dalam ZFW menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas anggota memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi terhadap ZFW dan intensitas yang sedang dalam implementasi perencanaan belanja, manajemen penyimpanan pangan, serta pengolahan sisa makanan. Mayoritas rumah tangga anggota dasawisma berada dalam kategori tahan pangan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara implementasi ZFW dengan ketahanan pangan rumah tangga anggota dasawisma. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi ZFW berbasis komunitas, yaitu melalui dasawisma itu sendiri, sebagai strategi untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal secara berkelanjutan.

The issue of food waste has become a serious concern, particularly due to its impact on food security at the household level. This study aims to analyze the knowledge of members of Dasawisma Kring 11, Sumberan Hamlet, Sleman Regency regarding the concept of Zero Food Waste (ZFW), to identify their level of implementation of ZFW practices, to measure the level of household food security, and to evaluate the relationship between ZFW implementation and household food security. The study employs a quantitative research method, supported by qualitative data, using a survey technique involving 45 respondents, who are all members of Dasawisma Kring 11. Household food security among Dasawisma members was assessed using the Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS). The relationship between the intensity of ZFW implementation and household food security was analyzed using Pearson correlation tests. The results show that most members possess a high level of knowledge about ZFW, and demonstrate moderate level of practice in food purchasing planning, food storage management nor leftover food processing. Furthermore, the majority of households were classified as food secure. No significant correlation was found between the implementation of ZFW practices and the level of household food security. Based on these findings, the study recommends strengthening community-based education on ZFW, particularly through the Dasawisma groups themselves, as a sustainable strategy to enhance local food security.

Kata Kunci : Zero Food Waste, Dasawisma, ketahanan pangan, ibu rumah tangga, HFIAS

  1. S1-2025-473383-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473383-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473383-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473383-title.pdf