Analisis Pengaruh Keterbukaan Perdagangan dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Penggunaan Energi Terbarukan di Kawasan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)
Sa'idatunnajah, Dr. Evita Hanie Pangaribowo, S.E., MIDEC
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterbukaan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi terhadap penggunaan energi terbarukan di negara-negara anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Rendahnya adopsi energi terbarukan di tengah peningkatan aktivitas perekonomian, khususnya perdagangan, menjadi latar belakang utama dilakukannya penelitian ini. Data yang digunakan merupakan data panel dari 11 negara selama periode 2014 – 2023 yang dianalisis menggunakan model efek tetap (fixed effect model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel PDB per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan energi terbarukan baik pada negara maju, berkembang, maupun gabungan seluruh negara. Sementara itu, hanya keterbukaan perdagangan sektor jasa yang memiliki pengaruh signifikan, yaitu negatif, khususnya di negara berkembang. Studi ini juga menganalisis autokorelasi spasial menggunakan nilai Moran’s I dengan pendekatan Gaussian kernel dan adaptive bandwidth yang menunjukkan terbentuknya pola klaster dalam penggunaan energi terbarukan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya kerja sama lintas negara dalam mendukung transisi energi bersih secara regional.
This study aims to analyze
the effect of trade openness and economic growth on the use of renewable energy
in Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) member countries. The low
adoption of renewable energy in the midst of increasing economic activity,
especially trade, is the main background of this research. The data used is
panel data from 11 countries during the period 2014 - 2023 which is analyzed
using a fixed effect model. The results show that the GDP per capita variable
has a positive and significant effect on the use of renewable energy in
developed, developing, and all countries combined. Meanwhile, only service
sector trade openness has a significant negative effect, especially in
developing countries. This study also analyzes spatial autocorrelation using
Moran's I value with Gaussian kernel and adaptive bandwidth approaches that
show the formation of cluster patterns in renewable energy use. These findings
indicate the importance of cross-country cooperation in supporting the clean energy
transition regionally.
Kata Kunci : autokorelasi spasial, energi terbarukan, model efek tetap, keterbukaan perdagangan