Laporkan Masalah

STRATEGI PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN MASYARAKAT DI DESA WISATA NGLANGGERAN KABUPATEN GUNUNG KIDUL

Faiz Fadhilah Jalu Rozan, Dr. Alia Fajarwati, S.Si., M.IDEA.

2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Pariwisata perdesaan merupakan pendekatan pembangunan wilayah yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat lokal. Desa Wisata Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul berhasil mengembangkan usaha wisata melalui potensi alam dan budayanya, yang berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Namun, dinamika pasca pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 telah memunculkan tantangan baru dalam pengelolaan aset dan keberlanjutan usaha wisata, menguji ketahanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika aset penghidupan serta strategi yang diterapkan masyarakat pelaku wisata dalam menjaga keberlanjutan hidup mereka setelah guncangan tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali pemahaman yang mendalam mengenai fenomena yang diteliti di Desa Wisata Nglanggeran. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive untuk mengidentifikasi individu-individu yang relevan, kemudian dilanjutkan dengan snowball untuk memperkaya data, menghasilkan total 8 informan yang terdiri atas 3 informan yang mewakili kelompok pengurus dan 5 informan mewakili non-pengurus kelembagaan wisata. Data dikumpulkan melalui tiga metode utama yakni, wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur serta dokumentasi. Seluruh data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan menggunakan teknik analisis tematik yang dibingkai oleh Sustainable Livelihoods Framework (SLF) untuk mengidentifikasi pola, tema, dan hubungan antar variabel secara sistematis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pelaku wisata di Desa Wisata Nglanggeran mengalami perubahan dalam pemanfaatan lima aset utama penghidupan (manusia, alam, fisik, finansial, sosial) sebagai respons terhadap tekanan pasca-pandemi. Ditemukan perbedaan pola strategi penghidupan yang jelas, dimana kelompok pengurus cenderung menerapkan strategi konsolidasi dan akumulasi dengan fokus pada diversifikasi usaha, penguatan jaringan, dan pemanfaatan teknologi. Sementara itu, masyarakat non-pengurus menjalankan strategi survival, dilanjutkan konsolidasi dan akumulasi, dengan mengandalkan sumber daya terbatas serta pekerjaan musiman di luar sektor wisata. Simpulan menunjukkan bahwa strategi penghidupan masyarakat Nglanggeran merupakan respons adaptif terhadap krisis, mencerminkan kapasitas resiliensi komunitas dalam memanfaatkan asetnya demi keberlanjutan.

Rural tourism is a regional development approach emphasizing environmental, social, and economic sustainability for local communities. Nglanggeran Tourism Village in Gunungkidul Regency successfully developed tourism enterprises by leveraging its natural and cultural potentials, contributing to community well-being. However, post-Covid-19 pandemic dynamics since early 2020 have presented new challenges in asset management and the sustainability of tourism businesses, testing community resilience. This study aims to analyze the dynamics of livelihood assets and the strategies implemented by tourism actors to maintain their livelihood sustainability after this shock.

This research used a qualitative approach to gain an in-depth understanding of the phenomena studied in Nglanggeran Tourism Village. Informant selection was conducted using purposive technique to identify relevant key individuals, followed by snowball technique to enrich the data, resulting in a total of 8 key informants, consisting of 3 representing the management group and 5 representing non-management groups of tourism institutions. Data were collected through three main methods: in-depth interviews, observation, and literature review as well as documentation from relevant reports and archives. All collected data were then analyzed descriptively-qualitatively using thematic analysis framed by the Sustainable Livelihoods Framework (SLF) to systematically identify patterns, themes, and relationships between variables.

The research findings indicate that tourism actors in Nglanggeran Tourism Village experienced changes in the utilization of five main livelihood assets (human, natural, physical, financial, social) as a response to post-pandemic pressures. A clear difference in livelihood strategy patterns was found: the management group tends to implement consolidation and accumulation strategies, focusing on business diversification, network strengthening, and technology utilization. Meanwhile, non-management communities primarily employ survival strategies, followed by consolidation and accumulation, relying on limited resources and seasonal or additional work outside the tourism sector. The conclusion shows that the livelihood strategies of the Nglanggeran community are an adaptive response to the crisis, reflecting the community's resilience in utilizing its assets for sustainability.

Kata Kunci : strategi penghidupan, penghidupan berkelanjutan, ekowisata, aset penghidupan, Desa Wisata Nglanggeran

  1. S1-2025-482374-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482374-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482374-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482374-title.pdf