Laporkan Masalah

ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT MISKIN DENGAN COST-BENEFIT ANALYSIS (STUDI KASUS: KOTA YOGYAKARTA)

Velysia Ratnawati Suparwito, Dr. Anggi Rahajeng, S.E., M.Ec., GRCE

2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kota Yogyakarta sebagai program pemberdayaan masyarakat miskin. KUBE merupakan pemberian bantuan berupa modal usaha, pendampingan usaha, dan pelatihan bisnis kepada sekumpulan unit usaha masyarakat yang berskala kecil dan menengah yang dikelola oleh warga miskin. Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan biaya yang dikeluarkan untuk program KUBE dengan manfaat yang ditimbulkan dari adanya KUBE. Biaya yang dikeluarkan meliputi biaya bantuan modal awal, biaya pendampingan, dan biaya pelatihan. Sementara itu, manfaat yang diperoleh meliputi peningkatan pendapatan, perkembangan usaha, keterlibatan KUBE dalam kerja sama usaha, serta risiko kredit dan biaya bunga yang tidak dibayarkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat analisis yaitu Cost Benefit Analysis (CBA). Kriteria efektivitas program ditentukan berdasarkan nilai NPV, BCR, dan IRR masing-masing kelompok. Hasil penelitian membuktikan bahwa, dari total 13 KUBE, seluruhnya dinilai tidak efektif berdasarkan nilai NPV. Namun, sebanyak 84.61% KUBE atau 11 dari 13 KUBE dinilai layak berdasarkan perhitungan BCR dan IRR. Artinya, dana yang dikeluarkan untuk mendanai KUBE, tidak seluruhnya menghasilkan manfaat yang lebih besar dari biaya tersebut. Program ini dipandang kurang efektif diduga karena persoalan yang berada pada aspek kepemimpinan, kebijakan dan aturan, komitmen dan keanggotaan, serta pengembangan.

This study aims to evaluate the Kelompok Usaha Bersama (KUBE) program in Yogyakarta City as a community empowerment initiative targeting low-income groups. KUBE is an organization, which provides business capital, business mentoring, and business training to a group of small and medium-scale community business units managed by people living in poverty. The program evaluation is conducted by comparing the costs incurred for the KUBE program with the benefits generated from its implementation. The costs considered include initial capital assistance, mentoring expenses, and training costs. Meanwhile, the benefits include increased income, business development, involvement in business partnerships, as well as reduced credit risk and interest burden. This research employs a quantitative method using Cost-Benefit Analysis (CBA) as the analytical tool. The program’s effectiveness is assessed based on the Net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), and Internal Rate of Return (IRR) of each group. The results show that, out of a total of 13 KUBE groups, none of them were deemed effective based on NPV values. However, 84.61% of the groups, or 11 out of 13, were considered feasible based on the BCR and IRR calculations. This means that the funds spent to fund KUBE do not entirely produce benefits greater than the costs. This program is considered less effective due to its problems in the aspects of leadership, policies and regulations, commitment and membership, and development.


Kata Kunci : Kelompok Usaha Bersama, Evaluasi dampak, Cost Benefit Analysis, Net Present Value, Benefit-Cost Ratio, Interest Rate of Return.

  1. D4-2025-473546-abstract.pdf  
  2. D4-2025-473546-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-473546-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-473546-title.pdf