Estimasi kontinuitas penerimaan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) di Provinsi Riau
RIMBAWAN, Dr. Bambang Riyanto LS., MBA
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan menghitung dan menganalisis kontinuitas penerimaan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH), yaitu sampai berapa lama lagi Provinsi Riau akan mengalami masa jeda penerimaan dari BHBP sumber daya hutan ini. Untuk melengkapi kajian, juga diestimasi besarnya PSDH yang masih dapat diterima menjelang masa jeda berlangsung, kontribusinya pada total penerimaan APBD dan pengaruhnya terhadap perekonomian daerah sub-sektor kehutanan. Data yang dipergunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Provinsi Riau, Dinas Kehutanan Provinsi Riau serta Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. Pendekatan dilakukan melalui alat analisis regresi berganda OLS, pertumbuhan rata-rata tahunan, rasio cadangan, annual allowable cut, analisis kontribusi, serta variasi siklis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Riau akan mengalami masa jeda penerimaan PSDH pada pertengahan tahun 2007 sebagai akibat dari habisnya cadangan hutan produksi yang memasok kayu bulat obyek pungutan PSDH dalam kurun waktu 4,69 tahun yang akan datang. Masa jeda diperkirakan berlangsung selama 70 tahun. Penerimaan PSDH cenderung meningkat selama empat tahun ke depan, namun kontribusinya terhadap APBD sangat kecil dan cenderung menurun. Pada tahun 2004 diperkirakan hanya sebesar 1% dan terus menurun pada tahun-tahun berikutnya. Penerimaan PSDH mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap PDRB sub-sektor kehutanan, sedangkan produksi kayu bulat tidak. Perubahan penerimaan PSDH sebesar 1%, secara positif akan berpengaruh pada PDRB sub-sektor kehutanan sebesar 0,54%%. Tanpa peran PSDH dan produksi kayu bulat, faktor lainnya akan meningkatkan PDRB sub-sektor kehutanan sebesar 13,60%.
The research aims at counting and analyzing the continuity of Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) income, which means how long Riau province will be in a coma condition of gaining income from BHBP-SDA of the forestry sector. It is supplement by the estimation of magnitude of the PSDH that still can be gained before the coma condition and its contribution to the total regional income in the regional budget and its impact on forestry sector of the local economy. The data of the research is the secondary one collected from Dinas Pendapatan Provinsi Riau, Dinas Kehutanan Provinsi Riau and Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. The data is analyzed using OLS regression, average annual growth, back-up ratio, annual allowable cut, contribution analysis, and cyclical variation. The results of the research indicate that Riau province will be in coma condition of income from PSDH in the middle of 2007 as a result of the exhausted back-up of the forest product of timbers, which are the collected objects in the coming 4.69 years. It is expected that the coma condition will last for 70 years. The PSDH trend to increase in four years to come, but its contribution to the local budget is very small and trend to decrease. It is expected that the income only contributes 1% and continue to decrease in four years to come. The impact of the PSDH on the forestry sub-sector of PDRB is significant, and while logs production do not. Change of PSDH income equal to 1%, positively will have an in with forestry sub-sector of PDRB equal to 0,54%. The coma condition of PSDH incomes, increased forestry sub-sector of PDRB equal to 13,60%.
Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah,Kontinuitas PSDH