Studi Jaringan Kulit Tikus Diabetes Melitus Pasca Pemberian Gel Ekstrak Daun Sendok sebagai Agen Wound Healing: Analisis Diameter Luka dan Histopatologi
Fithratun Nastiti, drh. Retno Murwanti, M.P., Ph.D. ; Prof. Dr.rer.nat. apt. Triana Hertiani, S.Si., M.Si.
2025 | Skripsi | FARMASI
Diabetes mellitus (DM) adalah kondisi kronis yang menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah, dengan prevalensi global mencapai 537 juta orang pada tahun 2021. Salah satu komplikasi serius dari DM adalah ulkus kaki diabetes dapat menyebabkan amputasi jika tidak ditangani dengan baik, namun dapat dicegah dengan perawatan yang tepat. Daun sendok (Plantago major) telah terbukti efektif sebagai agen penyembuhan luka pada tikus diabetes, dan penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas gel ekstrak daun sendok terhadap penyembuhan luka secara makroskopis dan mikroskopis. Penelitian ini merupakan uji in vivo pada tikus yang dibagi dalam lima kelompok: kontrol normal, diabetes (kontrol penyakit), kontrol positif (MEBO), kontrol negatif (plasebo), dan perlakuan gel ekstrak daun Plantago major (EDPM) 10%. Luka dibuat dengan biopsy punch berdiameter 8 mm dan kedalaman ±2 mm di bagian dorsal, lalu perlakuan dilakukan selama 14 hari. Parameter makroskopis berupa pengukuran diameter luka dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA/Kruskal–Wallis dan Tukey/Mann–Whitney, dengan tingkat kepercayaan sebesar 85% (p<0>
Diabetes mellitus (DM) is a chronic condition that causes elevated blood glucose levels, with a global prevalence reaching 537 million people in 2021. One of the serious complications of DM is diabetic foot ulcers, which can lead to amputation if not properly managed, but can be prevented with appropriate care. Plantain leaves (Plantago major) have been proven effective as a wound-healing agent in diabetic rats, and this study aims to evaluate the activity of Plantago major leaf extract gel on wound healing both macroscopically and microscopically. This study is an in vivo experiment using rats divided into five groups: normal control, diabetic (disease control), positive control (MEBO), negative control (placebo), and treatment with 10% Plantago major extract gel (PMEG). Wounds were created using an 8 mm diameter biopsy punch with a depth of approximately 2 mm on the dorsal area, and treatments were applied for 14 days. Macroscopic parameters, in the form of wound diameter measurements, were analyzed statistically using ANOVA/Kruskal–Wallis and Tukey/Mann–Whitney tests with a confidence level of 85% (p<0>
Kata Kunci : Kata kunci: Plantago major, penyembuhan luka diabetes, histopatologi.