Analisis perolehan aktiva tetap dari realisasi belanja modal pada anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Bima TA. 2003
FAHRURAHMAN, Prof.Dr. Abdul Halim, MBA.,Akt
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanganan, khususnya dari aspek administrasi/akuntansi keuangan, perolehan aktiva tetap dari hasil realisasi belanja modal APBD Kabupaten Bima TA. 2003 yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, untuk mengetahui perbandingan antara Aktiva Tetap yang disajikan dalam Neraca Daerah Kabupaten Bima per 31 Desember 2003 dengan penilaian, pengukuran dan pengakuan yang sesuai peraturan yang berlaku. Data yang diamati adalah data sekunder selama 1 (satu) tahun, yaitu data tahun 2003 yang diperoleh dari Bagian Keuangan serta Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perolehan Aktiva Tetap yang disajikan dalam Neraca Daerah per 31 sebesar Rp41.518.528.000 belum disajikan secara akurat, karena nilai yang sebenarnya adalah Rp42.736.135.659, berasal dari hasil realisasi Belanja Modal sebesar Rp30.770.396.539 yang kemudian dapat dikapitalisir sebagai Aktiva Tetap hanya sebesar Rp29.354.980.184, dan Belanja Pemeliharaan Rp12.480.421.881, serta Belanja Lain- lain yang ikut dikapitalisir hingga menambah Nilai Aktiva Tetap sebesar Rp1.307.951.873. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Aktiva Tetap yang dihasilkan dari realisasi belanja ditujukan pemanfaatannya untuk publik sebesar Rp27.511.009.095 atau 60,44% dan Belanja Aparatur sebesar Rp15.225.126.614 atau 39,56%. Hasil analisis data dan pembahasan menunjukkan bahwa, masih terdapat kesalahan dalam penyusunan APBD khususnya Belanja Modal sebagai tempat untuk mengalokasikan perolehan Aktiva Tetap. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perolehan Aktiva Tetap yang tercatat berasal dari Belanja Pemeliharaan. Kecenderungan ini dikarenakan adanya anggapan bahwa untuk kegiatan belanja karena perbaikan, rehabilitasi, dan renovasi semua dimasukkan dalam Belanja Pemeliharaan. Padahal, karena menghapus nilai lama aktiva maka hasil kegiatan belanja tersebut menjadikan munculnya nilai aktiva baru, sehingga harus dianggap sebagai kegiatan investasi yang kegiatannya harus diletakkan pada Belanja Modal seluruhnya.
This Research set sights on analyzing the handling of, particularly in financial administration/accounting, the fixed assets ga in of the capital expenditures realization of the Bima Regency’s APBD (Local Budget) of the 2003 budgeting year in line with the conditions in effect to recognize ratios of the fixed assets presented in the Local Balance Sheet Bima Regency as of December 31, 2003 against the valuing, measurement and recognition under the regulation in effect. The observed data were those of one-year secondary, namely the 2003 data taken from the Financial Department as well as General Affairs and Utility Department of the Bima Local Secretariat Office. The results showed that the total of the fixed assets gain presented in the Local Balance sheet as of December 31 of IDR. 41,518,528,000 was inaccurately supplied. As observed, such total amount should be IDR. 42,736,135,659, derived from the Assets Expense realization as much as IDR. 30,770,396,539 which then earn capitalized as fixed assets only equal to IDR. 29,354,980,184 and Maintenance Expenses as much as IDR. 12,480,421,881, and other expenses capitalized into fixed assets total of IDR.1,307,951,873. Result of research also indicate that the fixed assets yielded from expenditures realization addressed its exploiting to public equal to IDR. 27,511,009,095 or 60.44% and apparatus as much as IDR. 15,225,126,614 or 39.56%. From the data analysis and arguments, it was resulted that some failures occurred in APBD arrangement, mainly in allocating the fix assets gain into Capital Expense. It was apparent in the fix assets gain recorded as if it was derived from Maintenance Expense. Such a tendency was due to consideration that any expenses for repair, rehabilitation, and renovation should be included in Maintenance Expenses. As they eliminating the previous total of assets, however, they should be considered as investment of which activities should be included in Capital Expenditures
Kata Kunci : Anggaran Pendapatan Belanja Daerah,Realisasi Belanja,Aktiva Tetap