Gambaran Literasi Kesehatan Digital dan Faktor yang Memengaruhinya pada Mahasiswa Kesehatan di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
Yasmin Adib Shafa Alyaa, apt. M. Rifqi Rokhman, S.Farm., M.Sc.
2025 | Skripsi | FARMASI
Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi turut mendorong munculnya misinformasi. Data dari Kominfo pada tahun 2023, sebanyak 11.642 konten hoaks telah teridentifikasi dengan kategori kesehatan menempati posisi paling banyak ditemukan. Dibutuhkan kemampuan literasi kesehatan digital untuk mencari dan mengidentifikasi informasi kesehatan dari sumber elektronik yang kemudian diolah dengan pengetahuan secara kritis untuk mengatasi masalah kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat literasi kesehatan digital dan berbagai faktor yang memengaruhi pada mahasiswa kesehatan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Desain penelitian yaitu kuantitatif observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan kuesioner Google Form yang diadaptasi dari instrumen eHEALS (eHealth Literacy Scale). Partisipan pada penelitian ini yaitu mahasiswa jenjang D3/S1 klaster kesehatan di wilayah Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2024 dan didapat 124 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics 25 dengan uji chi-square dengan taraf kepercayaan 95% (p < 0>
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian tingkat literasi kesehatan digital mahasiswa kesehatan di Yogyakarta secara keseluruhan mencapai 33,90 (SD = 4,27) dengan skor maksimal mencapai 40. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia (p = 0,012), fakultas (p = 0,005), intensitas penggunaan internet per hari (p = 0,014), riwayat penyakit kronis (p = 0,001), dan riwayat penggunaan obat atau multivitamin (p = 0,000). Jadi, hal ini menunjukkan bahwa tingkat literasi kesehatan digital mayoritas mahasiswa kesehatan tergolong tinggi karena rata-rata jumlah skor 33,90 berada di atas batas klasifikasi yaitu 26 berdasarkan acuan instrumen dan dipengaruhi oleh faktor usia, fakultas, intensitas penggunaan internet per hari, riwayat penyakit kronis, dan riwayat penggunaan obat atau multivitamin.
Kata Kunci : Literasi kesehatan digital, eHEALS, sosiodemografi, mahasiswa, Yogyakarta