Laporkan Masalah

Studi kelayakan investasi alat pengering jagung di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut

ERHANSYAH, Antoeng Mas Rhoedy, Drs. Pangestu Subagyo, MBA

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Jagung merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang dikembangkan di Kabupaten Tanah Laut di samping sebagai bahan makanan juga diperuntukan bagi bahan baku industri khususnya pakan ternak. Sebagai bahan baku untuk pakan ternak kebutuhan jagung relatif sangat besar sejalan dengan jumlah ternak yang ada. Dalam pengembangan tanaman jagung tersebut permasalahan yang terjadi adalah rendahnya kualitas produk jagung yang dihasilkan akibat kurang baiknya penanganan pascapanen. Dalam penanganan pascapanen para petani sangat tergantung pada alam khususnya untuk proses pengeringan dengan sinar matahari karena terbatasnya alat pengering yang tersedia di daerah tersebut. Melihat keadaan tersebut, maka diadakan penelitian untuk menghitung kemungkinan dan kelayakan dalam rangka pelaksanaan investasi alat pengering dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas jagung yang dihasilkan sesuai dengan keinginan konsumen sehingga dapat disimpan lebih lama dan harganya akan dapat meningkat yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani. Penelitian dilaksanakan dengan cara pengumpulan data yang diperlukan baik data primer maupun data sekunder yang selanjutnya data tersebut dilakukan perhitungan dan dianalisis baik secara deskriftif maupun kuantitatif dengan menggunakan alat analisis berupa analisis sensitivitas dan kriteria investasi yaitu Payback Period, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Benefit Cost Ratio dengan tingkat bunga sebesar 18%. Hasil analisis menunjukkan bahwa investasi alat pengering jagung dari aspek teknis, pasar/demand dan manajemen layak dilaksanakan. Dari aspek komersial Payback Period dalam keadaa optimis adalah selama 2,93 tahun, keadaan normal selama 2,99 tahun dan keadaan pesimis 3,43 tahun. NPV dalam keadaan optimis sebesar Rp64.520.634,-, keadaan normal sebesar Rp53.183.075,- dan keadaan pesimis sebesar Rp10.348.612,-. IRR dalam keadaan optimis sebesar 21,59%, keadaan normal sebesar 21,28% dan keadaan pesimis sebesar 18,07%. B/C Ratio dalam keadaan optimis sebesar 1,22, dalam keadaan normal sebesar 1,18 dan dalam keadaan pesimis sebesar 1,04. Dari hasil perhitungan tersebut ditinjau dari aspek komersial investasi tersebut layak dilaksanakan. Dari aspek ekonomi nasional Payback Period dalam keadaa optimis adalah selama 0,086 tahun, keadaan normal selama 0,087 tahun dan keadaan pesimis 0,086 tahun. NPV dalam keadaan optimis sebesar Rp1.849.920.448,-, keadaan normal sebesar Rp1.821.614.675,- dan keadaan pesimis sebesar Rp1.851.118.877,-. IRR dalam keadaan optimis sebesar 320,26%, keadaan normal sebesar 320,18 dan keadaan pesimis sebesar 320,48%. B/C Ratio dalam keadaan optimis sebesar 7,20, dalam keadaan normal sebesar 7,12 dan dalam keadaan pesimis sebesar 7,21. Dengan demikian dilihat dari aspek ekonomi nasional investasi tersebut sangat layak dilaksanakan.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Investasi,ALat Pengering Jagung,Kelayakan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.