Laporkan Masalah

Potesi retribusi pasar di Kabupaten Lombok Tengah

RINJANI, Lalu, Drs. Harnanto, M.Soc.Sc

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri secara lebih otonom, mandiri dan bertanggungjawab. Sejalan dengan itu, Pemerintah Daerah memerlukan pendanaan yang cenderung terus meningkat setiap tahunnya guna melaksanakan tugasnya. Beberapa sumber yang menjadi andalan penerimaan daerah dari sumber yang berada di daerah sendiri adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Dari ke-empat komponen Pendapatan Asli Daerah tersebut ternyata komponen retribusi daerah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Lombok Tengah. Retribusi pasar merupakan salah satu jenis pungutan retribusi yang potensial untuk dikembangkan dan cukup besar tingkat kontribusinya terhadap retribusi daerah pada tahun anggaran 2003 dibandingkan dengan pungutan retribusi lainnya. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah dengan tujuan utama adalah untuk mengetahui potensi penerimaan retribusi pasar yang sebenarnya, tingkat pertumbuhan retribusi daerah dan retribusi pasar, kontribusi atau peranan retribusi pasar terhadap pendapatan asli daerah (PAD), serta efektivitas dan efisiensi penerimaan retribusi pasar. Alat analisis yang digunakan adalah potensi, pertumbuhan, kontribusi serta efektivitas dan efisiensi. Data yang digunakan adalah data sekunder periode waktu tahun anggaran 2000–2003 yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Tengah dan Bagian Keuangan Setda Kabupaten Lombok Tengah. Selain data sekunder tersebut juga digunakan data primer yang diperoleh melalui pejabat di kantor Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Tengah Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa besarnya potensi yang sebenarnya berdasarkan penghitungan untuk tahun 2004 adalah sebesar Rp.413.082.500,00. Jumlah ini lebih kecil dibanding dengan target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp503.490.000. Selama tahun anggaran 2000-2003 memiliki tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun untuk retribusi daerah sebesar 41%, retribusi pasar sebesar 22,41%, kontribusi retribusi pasar terhadap PAD mampu menyumbang sebesar 3,08%. Tingkat efektivitas pemungutan retribusi pasar adalah termasuk efektif yaitu rata-rata sebesar 87,91%, sedangkan tingkat efisiensi yaitu rata-rata sebesar 26%

The Implementation of number 22 Act year 1999 about Regional Government and number 25 Act Yaear 1999 about Financial Propotion between central region them selves as autonomy and responsible. In Accordance with it regional goverment need budgeting to arrange their region which preference increase every year several sourcesof regional income are real regional income consist of Regional Tax, Regional Retribution, Regional Firm, Effort and Regional Wealth Arrangement which separate from Real Regional Income. Of these four Regional Original Income, it’s shown that regional retribution component has a significant contribution to the Regional Original Income (PAD) of Lombok Tengah region. Market retribution is one kind of potential market retribution income to develop and this has great contribution to the regional contribution in the region in fiscal year 2003 compared to another retribution income. This research is done in Lombok Tengah region, which main purpose is to analyze the potency of the real market retribution income, the growth level of regional retribution and market retribution, the contribution or role of market retribution to the Regional Original Income (PAD) and effectiveness and efficiency of income in market retribution. The data used was secondary data in the time period of fiscal year 2000-2003 and was obtained from Regional Income Institution of Lombok Tengah Region and Financial Section of Setda in Lombok Tengah Region. From the analysis, it can be concluded that the real potential according to the calculation in the year 2004 is Rp.413.082.500,00. During the fiscal year 2000-2003, the average growth level of regional retribution is 41%; market retribution is 22,41%; the contribution of market retribution to the PAD is 3,08%. The effectiveness of market retribution income of 87,91% is effective, its efficiency level is 26% in average .

Kata Kunci : Retribusi Pasar,Potensi,Otonomi Daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.