PENENTUAN POLA SUPLESI MINIMUM SALURAN INDUK MATARAM PADA SUNGAI DI RUAS MA14 SAMPAI DENGAN MA18 UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN IRIGASI
Muhammad Khairul Amal, Dr. Murtiningrum, S.T.P., M.Eng.; Dr.Eng. Ansita Gupitakingkin Pradipta, S.T., M.Eng.
2025 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN
Sistem irigasi di Daerah Istimewa
Yogyakarta, terutama di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten
Bantul, bergantung pada ketersediaan air di beberapa sungai seperti Sungai Denggung,
Code, dan Belik. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga ketercukupan air
bagi daerah irigasi terlayani ketiga sungai tersebut yaitu dengan memberi
suplesi dari Saluran Induk Mataram. Namun, belum terdapat pola suplesi yang
terukur dan adaptif berdasarkan kebutuhan air aktual. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan pola debit suplesi minimum dari Saluran Induk Mataram ke
ketiga sungai tersebut untuk mendukung sektor pertanian. Metode yang digunakan
meliputi analisis neraca air pada setiap daerah irigasi berdasarkan debit
sungai suplesi, serta debit sungai tanpa suplesi pada setiap periode setengah
bulan. Penentuan pola suplesi dilakukan dengan menghitung selisih debit sungai
tanpa suplesi dan debit kebutuhan di seluruh daerah irigasi pada masing-masing
sungai, dengan mempertimbangkan batas debit minimum aliran sungai 5?ri debit
ketersediaan berdasarkan KP-02. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan
debit suplesi bersifat variatif antar sungai dan periode waktu. Sungai Denggung
membutuhkan debit suplesi sepanjang tahun untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan
Sungai Code dan Belik hanya memerlukan suplesi di bulan-bulan tertentu. Nilai
debit minimum yang dibutuhkan per sungai telah disusun sebagai rekomendasi pola
suplesi air agar lebih efisien. Penelitian ini menegaskan pentingnya penyusunan
pola suplesi yang didasari evaluasi neraca air aktual untuk mengoptimalkan
pengelolaan sumber daya air. Studi lanjutan direkomendasikan dengan
mempertimbangkan faktor-faktor tambahan seperti curah hujan, evapotranspirasi,
karakteristik sungai, dan distribusi aliran untuk meningkatkan ketepatan dalam
menentukan pola suplesi.
Irrigation areas in the Special
Region of Yogyakarta, particularly in Sleman Regency, Yogyakarta City, and
Bantul Regency, rely on the availability of water from several rivers,
including the Denggung, Code, and Belik Rivers. One of the efforts to maintain
a sufficient irrigation water supply is by providing supplementation from the
Mataram Irrigation Canal. However, a measurable and adaptive supplementation
pattern based on actual water demand has not yet been established. This study
aims to determine the minimum discharge supplementation pattern from the
Mataram Irrigation Canal to these three rivers to support the agricultural
sector. The method involved a water balance analysis for each irrigation area,
based on actual river discharge, and river discharge without supplementation
for each half-month period. The supplementation pattern was determined by
calculating the difference between the river discharge without supplementation
and the irrigation demand in each river’s service area, while maintaining a minimum
residual flow of 5% from the river’s available discharge based on KP-02. The
results showed that the need for supplementation varied across rivers and
periods. The Denggung River requires supplementation throughout the year, while
the Code and Belik Rivers only need additional water in specific months. The
minimum discharge values required for each river have been compiled as
recommendations for a more efficient water supplementation pattern. This study
emphasizes the importance of developing supplementation patterns based on
actual water balance evaluations to optimize water resource management. Further
research is recommended by incorporating additional factors such as rainfall,
evapotranspiration, river characteristics, and flow distribution to improve the
accuracy of supplementation planning.
Kata Kunci : pola suplesi, neraca air, debit minimum, irigasi, Sungai Denggung, Code, Belik