Kajian Daya Dukung Lahan Pada Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan
Stefani Nataria Putri, Dr. Sudrajat, S.Si., M.P.
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) merupakan elemen penting dalam menjaga ketersediaan pangan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Pacitan. Kecamatan Pacitan sebagai pusat pemerintahan mengalami tekanan alih fungsi lahan produktif menjadi permukiman, sehingga berpotensi menurunkan kapasitas lahan untuk produksi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran LP2B di Kecamatan Pacitan serta menganalisis daya dukungnya, kemudian mengidentifikasi strategi pengembangan yang dapat menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Penelitian menggunakan metode analisis spasial dan deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa peta penggunaan lahan, data luas panen dan produksi padi, serta data primer hasil wawancara dengan pemangku kebijakan. Pendekatan pola spasial digunakan untuk melihat pola sebaran LP2B. Perhitungan daya dukung lahan dilakukan dengan mengkaji rasio antara potensi produksi pangan dan kebutuhan penduduk. Pendekatan DPSIR (Driving forces, Pressures, State, Impact, Response) digunakan untuk merumuskan strategi pengembangan lahan pertanian berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pola spasial LP2B cenderung mengelompok dan terjadi penurunan luas lahan sawah di Kecamatan Pacitan antara tahun 2017 dan 2022 akibat alih fungsi lahan sehingga daya dukung lahan pertanian belum memenuhi kriteria swasembada pangan. Pengelolaan yang efektif dirancang agar produktivitas meningkat. Strategi yang diusulkan meliputi penguatan kebijakan perlindungan lahan pertanian, peningkatan efisiensi penggunaan lahan, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mempertahankan lahan produktif untuk ketersediaan pangan jangka panjang.
Sustainable Food Crop Land (LP2B) is a crucial element in maintaining food security and environmental sustainability in Pacitan Regency. Pacitan District, as the center of government, is experiencing pressure from the conversion of productive land to residential areas, potentially reducing its capacity for food production. This study aims to examine the distribution of LP2B in Pacitan District, analyze its carrying capacity, and then identify development strategies that can maintain the sustainability of the agricultural sector.
The study employed spatial and descriptive analysis methods, utilizing secondary data in the form of land use maps, harvested area and rice production data, and primary data from interviews with policymakers. A spatial pattern approach was used to examine the distribution of LP2B. Land carrying capacity was calculated by examining the ratio between potential food production and population needs. The DPSIR (Driving Forces, Pressures, State, Impact, Response) approach was used to formulate strategies for sustainable agricultural land development.
The research results indicate that the spatial pattern of LP2B tends to be clustered and that there has been a decrease in rice field area in Pacitan District between 2017 and 2022 due to land conversion, so that the carrying capacity of agricultural land does not meet the criteria for food self-sufficiency. Effective management is designed to increase productivity. Proposed strategies include strengthening agricultural land protection policies, increasing land use efficiency, and public outreach regarding the importance of maintaining productive land for long-term food security.
Kata Kunci : Pertanian, LP2B, Daya Dukung Lahan, Spasial, Pacitan