Uji Kinerja Amandemen Organik Kotoran Hewan Sapi dan Irigasi Mikro Terhadap Sifat Fisik Tanah Pasiran Pantai
Muhammad Fauzi, Dr. Ir. Murtiningrum, S.T.P., M.Eng., IPM., ASEAN Eng ; Muhamad Khoiru Zaki, S.P., M.P., Ph.D., IPM.
2025 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN
Lahan
pantai di Kabupaten Bantul telah dikembangkan menjadi lahan pertanian meskipun memiliki tantangan seperti tekstur pasir, daya
simpan air rendah, dan paparan uap garam. Untuk memperbaiki kelemahan sifat
lahan pantai ini, maka digunakan amandemen kotoran hewan sapi serta penerapan
teknologi irigasi mikro untuk meningkatkan kualitas fisik tanah dan efisiensi
air. Penelitian ini menguji kinerja penggunaan kotoran hewan sapi dan dua
sistem irigasi mikro terhadap karakteristik fisik tanah pada budidaya tanaman
sawi (Brassica juncea L.) di lahan pasiran pantai. Penelitian ini
dilaksanakan dua kali tanam di Lahan Pesisir Pantai Pandansimo Samas,
Srandakan, Bantul. Penelitian dilakukan pada skala plot dengan bedengan di
ruangan terbuka, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan yaitu
dosis amandemen kohe sapi (0 kg, 5 kg, 10 kg, 15 kg, 20 kg) masing-masing irigasi
curah (SP) dan irigasi kabut (KB). Parameter yang diukur meliputi sifat fisik
tanah (kadar lengas, berat volume, berat jenis, dan porositas). Analisis yang
digunakan yaitu statistik dengan uji pearson correlation dan visualisasi
grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amandemen kotoran hewan
sapi dapat memperbaiki porositas tanah dan
dinamika lengas tanah. Porositas tanah dengan perlakuan irigasi curah 50,99%
pada SP 0 kg dan 38,52% pada pemberian amandemen SP 20 kg Sedangkan dengan
irigasi kabut porositas sebesar 51,04 % pada KB 0 kg dan 39,84% pada pemberian
amandemen KB 20 kg. Dinamika lengas dengan perlakuan irigasi curah SP 0 kg
sebesar 3,25?n pada pemberian amandemen SP2 20 kg adalah 37,19% sedangkan
dengan irigasi kabut KB 0 kg dinamika lengas sebesar 3,41?n pada pemberian KB
20 kg sebesar 37,19%. Hasil ini menunjukkan bahwa amandemen kotoran hewan sapi
dapat mengurangi porositas tetapi meningkatkan kapasitas menahan air.
Coastal land in Bantul Regency has been
developed into agricultural land despite challenges such as sandy texture, low
water retention, and exposure to salt vapor. To improve the weaknesses of
coastal land, cattle manure amendments and micro-irrigation technology were
used to improve soil physical quality and water efficiency. This study tested
the performance of cattle manure and two micro-irrigation systems on soil
physical characteristics in the cultivation of mustard greens (Brassica juncea
L.) on coastal sandy land. The study was conducted over two growing seasons at
the Pandansimo Samas Coastal Land, Srandakan, Bantul. The study was conducted
on a plot scale with raised beds in an open field, using a Randomized Block
Design (RBD) with 10 treatments cattle manure amendment doses (0 kg, 5 kg, 10
kg, 15 kg, 20 kg) each for sprinkler irrigation (SP) and mist irrigation (KB).
The measured parameters included soil physical properties (moisture content,
bulk density, specific gravity, and porosity). The analysis used statistical
methods with Pearson correlation tests and graphical visualization. The results
showed that the application of cattle manure amendments could improve soil
porosity and moisture dynamics. Soil porosity with flood irrigation treatment was
50.99% at SP 0 kg and 38.52% at SP 20 kg amendment application. With mist
irrigation, porosity was 51.04% at KB 0 kg and 39.84% at KB 20 kg amendment
application. Soil moisture dynamics with drip irrigation treatment were 3.25%
at SP 0 kg and 37.19% at SP 20 kg amendment application, while with mist
irrigation, soil moisture dynamics were 3.41% at KB 0 kg and 37.19% at KB 20 kg
amendment application. These results indicate that cattle manure amendment can
reduce porosity but increase water holding capacity.
Kata Kunci : Tanah pasiran, kotoran hewan sapi, irigasi mikro curah dan kabut, dan sifat fisika tanah.