Perkembangan Bentuk Perkotaan-Perkotaan di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta
Sabrina Nur Mufidah Az Zahrah, Retno Widodo Dwi Pramono, S.T., M.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Urbanisasi spasial yang menentukan bentuk, luasan, dan kepadatan penduduk maupun kegiatan perkotaan perlu dikelola agar efisien dan mendorong pertumbuhan perkotaan yang berkelanjutan. Sebagai contoh kasus, pesatnya perkembangan perkotaan di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dikuatirkan menurunkan efisiensi penggunaan lahan dengan bentuk yang tidak kompak dan terus meluas. Hal ini mendorong urgensi untuk memahami perkembangan perkotaan dan perubahan bentuknya secara fisik yang meliputi perkembangan unit, bentuk, dan tipologi perluasan perkotaannya pada kasus wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2014, 2019, dan 2024.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan metode analisis geospasial, yaitu dengan mengkombinasikan indeks kepadatan lahan terbangun Index-based Built-up Index (IBI) untuk memetakan lahan terbangun dan citra satelit malam Nighttime Light Imagery (NTL) untuk mengukur aktivitas sosial ekonomi di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi IBI dan NTL dapat menggambarkan area perkotaan dengan adanya peningkatan jumlah unit perkotaan dari 25 menjadi 40 unit yang menandakan adanya proses urbanisasi yang cukup masif. Bentuk perkotaan pada wilayah studi cenderung berkembang secara kompleks, menjalar, dan semakin tidak kompak akibat adanya aglomerasi. Tipologi proses perkembangan didominasi oleh perluasan ke arah luar (extension) dan memanjang mengikuti jalan (ribbon development). Adapun perkembangan struktur ruangnya didominasi oleh perubahan perkotaan yang bersifat monosentris menjadi polisentris, terutama pada perkotaan yang beraglomerasi.
Spatial urbanization, which determines the shape, extent, and density of population and urban activities, needs to be managed to ensure efficiency and promote sustainable urban growth. As a case study, the rapid urban development in Central Java and the Special Region of Yogyakarta raises concerns about inefficient land utilization, characterized by non-compact shapes and continuous expansion. This underscores the urgency of understanding urban development and its physical shape transformation, which includes the evolution of its units, shapes, and expansion typologies, in the case of Central Java and the Special Region of Yogyakarta for the years 2014, 2019, and 2024.
This research applied a geospatial analysis method, combining the Index-Based Built-up Index (IBI) to map built-up areas and Nighttime Light (NTL) imagery to measure socioeconomic activities within them. The results show that the combination of IBI and NTL can delineate urban areas, revealing an increase in the number of urban units from 25 to 40, which signifies a massive urbanization process. Urban shapes in the study area tend to evolve into complex, sprawling, and increasingly non-compact configurations due to agglomeration. The process-based typology of development is dominated by outward expansion (extension) and linear growth along transportation routes (ribbon development). Meanwhile, its spatial structure development is dominated by a transformation from monocentric to polycentric systems, particularly within the agglomerated urban areas.
Kata Kunci : bentuk perkotaan, citra satelit malam, index-based built-up index, perkembangan perkotaan, perkotaan, tipologi perkotaan