Laporkan Masalah

MENOLONG KESENGSARAAN OEMOEM: BIOGRAFI SOSIAL-KEAGAMAAN K.H. MOHAMMAD SJOEDJA', 1886-1962

AHMAD SHAQUILLE PARAMASATYA, Dr. Ahmad Athoillah, M.A.

2025 | Skripsi | ILMU SEJARAH

K.H. Mohammad Sjoedja’ (ditulis K.H. Sjoedja’) merupakan tokoh penting sejarah Muhammadiyah dan perbaikan pelayanan sosial di Yogyakarta. Namun demikian, disayangkan nama dan kajian tentangnya cenderung kabur dalam historiografi. Akibatnya, narasi tentang K.H. Mohammad Sjoedja’ terbatas pada tema-tema tertentu, khususnya PKO Muhammadiyah. Peran dan aktivitas sosial-keagamaan lain di luar PKO Muhammadiyah tidak tertulis dengan baik. K.H. Sjoedja’ merupakan salah seorang murid K.H. Ahmad Dahlan yang berasal dari keluarga abdi dalem punakawan kanca kaji di Keraton Yogyakarta. Ia terlahir dengan nama Daniyalin sebagai seorang Lurah Kaji Hasjim pada 24 Agustus 1886. K.H. Sjoedja dikenal sebagai tokoh yang mendalami pergerakan sosial-keagamaan di Muhammadiyah melalui penunjukkannya sebagai ketua Bahagian PKO. K.H. Sjoedja’ menjadi motor penggerak teologi Al-Ma’un untuk melakukan pertolongan kesengsaraan umum dengan mendirikan rumah miskin, rumah yatim, dan klinik kesehatan. Selain Muhammadiyah, K.H. Sjoedja’ memiliki aktivitas dan peran dalam kegiatan sosial yang umum dan luas, seperti tergabung dalam Comite Terbakaran Padjeksan dan Comite Anti Penghinaan. Keduanya merupakan agenda sosial K.H. Sjoedja’ yang berprinsip menolong kesengsaraan umum tanpa pandang bulu kepada masyarakat Tionghoa. Lebih lanjut, K.H. Sjoedja’ kemudian berperan aktif dalam usaha perbaikan perjalanan haji di Indonesia sejak 1922 (Bahagian Penolong Hadji) hingga membentuk PPHI (Perbaikan Perjalanan Haji Indonesia) dan turut dalam perjuangan mempertahankan Kemerdekaan. Temuan dalam kajian ini menunjukkan bahwa kaburnya nama K.H. Sjoedja’ dalam historiografi disebabkan banyaknya aktivitas dan perannya menolong kesengsaraan umum kepada masyarakat luas di Yogyakarta seperti dengan masyarakat Tionghoa, Sarekat Islam, dan PPHI. Hal tersebut menjadikan K.H. Sjoedja’ tidak dapat bertahan dalam satu bidang atau organisasi saja, melainkan selalu berganti-ganti dan mengakibatkan kesulitan untuk menangkapnya dalam satu historiografi yang utuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang dilakukan dengan penelusuran sumber primer dari koleksi Arsip Muhammadiyah, laman Delpher.nl, dan Gpaeastview.com serta sumber sekunder berupa kajian terdahulu seputar K.H. Sjoedja’. Dengan demikian, penulis mampu menyusun dan menyajikan penelitian ini dengan baik.

K.H. Mohammad Sjoedja’ (written as K.H. Sjoedja’) is an important figure in the history of Muhammadiyah and the improvement of social services in Yogyakarta. However, it is unfortunate that his name and studies about him tend to be vague in historiography. As a result, the narrative about K.H. Mohammad Sjoedja’ is limited to certain themes, especially the Muhammadiyah PKO. His other socio-religious roles and activities outside the Muhammadiyah PKO are not well written. K.H. Sjoedja’ was one of K.H. Ahmad Dahlan’s students who came from a family of abdi dalem punakawan kanca kaji at the Yogyakarta Palace. He was born with the name Daniyalin as a Lurah Kaji Hasjim on August 24, 1886. K.H. Sjoedja is known as a figure who studied socio-religious movements in Muhammadiyah through his appointment as chairman of the PKO Division. K.H. Sjoedja’ became the driving force of Al-Ma’un theology to provide assistance to the general public by establishing poor houses, orphanages, and health clinics. In addition to Muhammadiyah, K.H. Sjoedja’ had activities and roles in general and broad social activities, such as joining the Padjeksan Burning Committee and the Anti-Insult Committee. Both are K.H. Sjoedja’s social agendas which are based on the principle of helping the general public without discrimination to the Chinese community. Furthermore, K.H. Sjoedja’ then played an active role in efforts to improve the hajj journey in Indonesia since 1922 (Hajj Assistance Section) to forming PPHI (Indonesian Hajj Journey Improvement) and participating in the struggle to maintain Independence. The findings in this study indicate that the blurring of K.H. Sjoedja’s name in historiography is due to his many activities and roles in helping the general public in Yogyakarta such as the Chinese community, Sarekat Islam, and PPHI. This makes K.H. Sjoedja’ could not survive in one field or organization, but always changed and made it difficult to capture it in a complete historiography. This study uses a historical research method that is carried out by tracing primary sources from the Muhammadiyah Archives collection, the Delpher.nl page, and Gpaeastview.com as well as secondary sources in the form of previous studies about K.H. Sjoedja’. Thus, the author is able to compile and present this research well.

Kata Kunci : K.H. Sjoedja', Biografi, Muhammadiyah, Sosial-Keagamaan, PKO Filantropi

  1. S1-2025-456023-abstract.pdf  
  2. S1-2025-456023-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-456023-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-456023-title.pdf