Laporkan Masalah

Pemberdayaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di KTH Pabangbon Sejahtera Desa Malasari Kecamatan Nanggung Bogor Jawa Barat

Chintya Luthfiana Martinova, Ir. Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P., IPU.

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Kelompok Usaha Perhutanan Sosial memegang peranan penting dalam mendukung kemandirian ekonomi KTH Pabangbon Sejahtera dan berkontribusi dalam kelestarian ekosistem hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengelolaan KUPS, mengidentifikasi program pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan usaha KUPS, dan merumuskan strategi program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan KUPS di KTH Pabangbon Sejahtera.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, Focus Group Discussion, dan studi dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan metode purposive. Analisis data menggunakan analisis Miles dan Huberman untuk menjelaskan pengelolaan KUPS dan program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan KUPS. Analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) digunakan untuk merumuskan strategi program pemberdayaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan KUPS di KTH Pabangbon Sejahtera mencakup tiga unit usaha, yaitu agroforestri, peternakan, dan wisata. Masing-masing pengelolaan KUPS terbagi menjadi kelola sumberdaya, kelola lembaga, dan kelola usaha yang menunjukkan arah kemajuan dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan. Ketiga KUPS dikelola secara kolaboratif oleh anggota KTH didukung oleh stakeholders yang mengarah pada pengembangan usaha produktif dan menambah pendapatan KTH untuk mendukung keberlanjutan hutan. Program pemberdayaan yang dilakukan untuk mendukung peningkatan kapasitas KUPS di KTH Pabangbon Sejahtera yaitu penguatan kelembagaan, pelatihan pengolahan kopi, peningkatan kapasitas kelas KUPS, studi banding KUPS, penanaman bersama, dan pemberian bantuan ternak. Strategi pemberdayaan yang dirumuskan yakni menyusun program pelatihan dengan stakeholder pendukung untuk mengasah keterampilan pada KUPS agroforestri, ternak, dan wisata, mengusulkan program penambahan jenis ternak, dan menghubungkan koperasi dengan program BRI Peduli. Ketiga strategi secara sinergis dirumuskan untuk menciptakan model pemberdayaan terintegrasi demi tercapai keberlanjutan usaha. 

Social Forestry Business Group (KUPS) play a crucial role in supporting the economic self-reliance of KTH Pabangbon Sejahtera and contributing the sustainability of the forest ecosystem. This research aims to identify the management of KUPS, identify community empowerment programs for KUPS business development, and formulate strategic community empowerment programs for KUPS management at the KTH Pabangbon Sejahtera.
 This research employed a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, Focus Group Discussion, and document review. Informants were selected using purposive sampling. Data were analyzed using the Miles and Huberman model to describe KUPS management and empowerment programs. SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) analysis was used to formulate the empowerment strategies.
The findings indicate that KUPS management at the KTH Pabangbon Sejahtera comprises three business units: agroforestry, livestock, and tourism. The management of KUPS is divided into resource management, institutional management, and business management, all of which demonstrates progress in planning, implementation, and development. All three KUPS are managed collaboratively by KTH members, supported by stakeholders, leading to the development of productive enterprises and an increase in the KTH’s income to support forest sustainability. Empowerment programs conducted to enhance KUPS capacity include institutional strengthening, coffee processing training, upgrading the KUPS classification, study tours, joint planting activities, and livestock assistance. The formulated empowerment strategies is to develop training programs with supporting stakeholders to hone skills in the agroforestry, livestock, and tourism business group, to propose a program for livestock diversification, and to connect the cooperative with the BRI Peduli’s program. These three strategies are synergistically formulated to create an integrated empowerment model aimed to achieving long-term business sustainability.

Kata Kunci : Strategi Pemberdayaan, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial, Hutan Kemasyarakatan, SOAR ; Empowerment Strategy, Social Forestry Business Group, Community Forestry, SOAR Analysis.

  1. S1-2025-478571-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478571-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478571-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478571-title.pdf