Laporkan Masalah

Pengaruh Penambahan Makroalga Laut Eucheuma spinosum pada Pakan terhadap Kualitas Telur Puyuh (Coturnix coturnix japonica)

ALFIYAH FITRI AINI, Prof. Dr. Ir. Zuprial, DEA., IPU., ASEAN Eng.

2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Kualitas telur dipengaruhi oleh kandungan nutrien dalam pakan ternak. Makroalga laut E. Spinosum memiliki kandungan nutrien yang penting dalam proses peningkatan kualitas telur yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan makroalga laut Eucheuma spinosum pada pakan terhadap kualitas fisik telur puyuh. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan di kandang baterai Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Materi yang digunakan adalah 125 ekor puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica) berumur 42 hari yang dibagi dalam 5 kelompok ulangan terdiri dari 5 ekor puyuh. Perlakuan yang diberikan yaitu P0: perlakuan kontrol; P1: perlakuan yang diberi tepung E. spinosum 2%; P2: perlakuan yang diberi tepung E. spinosum 3%; P3: perlakuan yang diberi tepung E. spinosum 4%; P4: perlakuan yang diberi tepung E. spinosum 5%. Variabel yang diamati adalah berat telur, indeks telur, tebal kerabang, indeks yolk, warna yolk, indeks albumen, dan haugh unit. Data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap pola searah dengan bantuan software SPSS. Data dengan perbedaan yang nyata diuji lanjut dengan menggunakan Duncan’s new Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan E. spinosum sampai level 5?lam pakan terbukti paling optimal meningkatkan (P<0>E. spinosum pada pakan mampu meningkatkan kualitas fisik telur puyuh.

Egg quality was influenced by the nutrient content in poultry feed. The marine macroalga Eucheuma spinosum contained essential nutrients that played a role in improving egg quality. This study aimed to determine the effect of dietary supplementation with E. spinosum on the physical quality of quail eggs. The study was conducted over a period of three months at the battery cage facility of the Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada. A total of 125 Japanese quails (Coturnix coturnix japonica) aged 42 days were used and randomly assigned to five treatment groups, each consisting of five replications with five birds per replication. The treatments included: P0 (control), P1 (2% E. spinosum powder), P2 (3%), P3 (4%), and P4 (5%). The observed variables included egg weight, egg index, shell thickness, yolk index, yolk color, albumen index, and Haugh unit. Data were analyzed using a one-way completely randomized design with SPSS software, and significant differences were further tested using Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). The results of the study showed that the addition of E. spinosum up to the 5% level in the feed was proven to be the most optimal in improving (P<0>E. spinosum to the feed was able to improve the physical quality of quail eggs.

Kata Kunci : Eucheuma spinosum, kualitas telur, puyuh

  1. S1-2025-480247-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480247-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480247-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480247-title.pdf