Evaluasi Dampak Kepadatan Penduduk terhadap Laju Erosi Tanah untuk Mitigasi Bencana di Sub Daerah Aliran Sungai Serijo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah
Firdha Dewi Amalia Putri, Chandra Setyawan S.T.P., M.Eng., Ph.D, IPM, ASEAN Eng. ; Dr. Rathna Wijayanti, S.Si., M.Si.
2025 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN
Sub Daerah Alirah Sungai (Sub DAS) Serijo memiliki karakter fisiografis yang rentan terhadap erosi karena, kemiringan lereng yang curam, curah hujan tinggi, serta dominasi lahan pertanian. Kondisi ini menjadikan wilayah Sub DAS Serijo tergolong sensitif terhadap degradasi lahan. Peningkatan jumlah penduduk yang signifikan dari tahun 2020 hingga 2024 turut mendorong terjadinya tekanan terhadap sumber daya lahan di kawasan Sub DAS Serijo, terutama dalam bentuk perluasan pertanian dan alih fungsi kawasan lindung menjadi lahan budidaya.
Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi erosi tanah dan mengevaluasi keterkaitannya dengan kepadatan penduduk, serta membuat startegi mitigasi bencana ekosistem pertanian. Erosi tanah dihitung dengan metode Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE). Kemudian, metode Shapiro-Wilk dan korelasi Spearman digunakan untuk uji normalitas dan mengetahui hubungan antara kepadatan penduduk dan laju erosi tanah. Penelitian ini menggunakan data primer dari survey lapangan dan observasi visual serta data sekunder berupa peta RBI skala 1:25.000, peta jenis tanah, peta kemiringan lahan, data curah hujan, dan data distribusi penduduk per kecamatan di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.
Rata-rata kepadatan penduduk dan erosi tanah dalam lima tahun masing-masing mencapai 2011 jiwa/km² dan 57,58 ton/ha/tahun. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai 0,001 dan 0,000 pada kepadatan penduduk dan laju erosi tanah yang berarti data tidak terdistribusi normal. Karena itu, dilakukan uji non-parametrik menggunakan korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan korelasi koefisien -0,486 dan 0,001 pada nilai signifikansinya. Hasil analisis tersebut mengindikasikan bahwa lokasi studi, kepadatan penduduk tidak berpengaruh signifikan terhadap terjadinya erosi tanah. Terdapat faktor lain yang mempunyai pengaruh lebih dominan yang perlu dikaji lebih lanjut. Hasil ini menjadi referensi untuk penelitian sejenis lainnya dengan pendekatan yang lebih spesifik.
The Serijo Sub-Watershed exhibits physiographic characteristic that make it highly suspectible to soil erosion, primarily due to steep slopes, high rainfall intensity, and the predominance of agricultural land use. These condition render the area particularly vulnerable to land degradation. The significant increase in population from 2020 to 2024 has further intensified pressure on land resources with in the Serijo Sub-Watershed, notably through the expansion of agricultural activities and the conversion of protected areas into cultivation zones.
This research aims to assess soil erosion potential and evaluate its correlation with population density, while proposing disaster mitigation strategies for agricultural ecosystems. Soil erosion rate was estimated using the Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE). Normality tests were conducted using the Shapiro-Wilk method, and Spearman correlation analysis was used to examine the relationship between population density and soil erosion rate. The study utilized primary data from field surveys and visual observations, alongside secondary data comprising a 1:25,000 scale RBI map, soil type map, slope map, rainfall data, and population distribution by sub-district in Wonosobo Regency, Central Java Province.
The average population density and soil erosion rate over the five-year period were found to be 2100 person/km² and 57.58 tons/ha/year, respectively. The Shapiro-Wilk test yielded values of 0.001 and 0.000 for population density rate, indicating non-normal data distribution. Consequently, a non-parametric Spearman correlation test was conducted. The results showed a correlation coefficient of -0.486 with a significance value of 0.001, suggesting that population density in the study area does not significantly influence soil erosion rates. There are other factors with potentially greater influence that require further investigation. These findings serve as a reference for future research employing more specific analytical approaches.
Kata Kunci : kepadatan penduduk, erosi tanah, Sub DAS Serijo, metode RUSLE, analisis korelasi Spearman