Pembuatan WebGIS untuk Penyajian Informasi Ketenagakerjaan di Kabupaten Kulon Progo
Naila Nabila Zulfah, Ir. Heri Sutanta, S.T., M.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | TEKNIK GEODESI
Kabupaten Kulon Progo merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten ini memiliki tingkat kesejahteraan yang masih relatif rendah sehingga terdapat tantangan dalam bilang ketenagakerjaan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023, Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) mengalami penurunan dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) memiliki peningkatan. TKK merupakan indikator yang dapat digunakan dalam merepresentasikan penduduk yang berpotensi untuk menghasilkan barang atau jasa. TPT merupakan perbandingan antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja. Namun, penyajian data ketenagakerjaan masih dalam bentuk data tabular by name by address. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat memvisualisasikan informasi ketenagakerjaan secara interaktif. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi geografis berbasis web (WebGIS) yang dapat diakses dengan integrasi data spasial maupun data non-spasial. WebGIS ini menyajikan informasi ketenagakerjaan yang interaktif dan mudah diakses oleh pengguna serta dapat dikelola oleh dinas.
Proses pembuatan WebGIS ketenagakerjaan di Kabupaten Kulon Progo melibatkan penggunaan data non-spasial berupa informasi pencari kerja pada bulan Januari, Februari, dan Maret tahun 2025 yang diperoleh dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kulon Progo. Data spasial yang digunakan berupa data batas administrasi kapanewon, batas administrasi kalurahan, dan batas administrasi padukuhan yang terdapat di Kabupaten Kulon Progo. Pengolahan data menggunakan QGIS untuk menghasilkan data GeoJSON yang kemudian dibuat basis data dengan phpMyAdmin. Dari data tersebut kemudian diintegrasikan dalam pustaka Leaflet Js untuk visualisasi peta yang memiliki informasi pencari kerja yang terdapat di Kabupaten Kulon Progo. Visualisasi peta yang disajikan berupa marker point yang menyimpan data informasi pencari kerja secara tepat.
WebGIS ketenagakerjaan yang telah dihasilkan dapat diakses melalui tautan https://webgis-ketenagakerjaan.ct.ws/. WebGIS ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman HTML, CSS, JavaScript, dan PHP. WebGIS ini memiliki memiliki fitur-fitur yang interaktif seperti membuat, mengubah, dan menghapus data. Kemudian dilakukan uji usabilitas oleh pengguna melalui formulir daring. Pernyataan yang diberikan berupa kriteria penilaian efficiency, learnability, memorability, errors, dan satisfaction. Uji usabilitas dilakukan pada 76 responden pengguna umum dan 2 responden pengguna dinas dengan hasil persentase uji kelayakan sebesar 88,74%. Uji usabilitas memperoleh nilai yang menunjukkan bahwa WebGIS layak digunakan.
Kulon Progo Regency is located in the Special Region of Yogyakarta. This region still faces a relatively low level of welfare, leading to several challenges in the employment sector. According to data from the Badan Pusat Statistik (BPS) in 2023, the Employment Opportunity Rate (EOR) decreased, while the Open Unemployment Rate (OUR) increased. EOR is an indicator that represents the population capable of producing goods or services, while OUR is the ratio between the number of unemployed individuals and the labor force. However, employment data is still presented in tabular form by name and address, making it difficult to analyze spatially. Therefore, an interactive system is needed to visualize employment information. This project aims to design and develop a web-based geographic information system (WebGIS) that integrates both spatial and non-spatial data. The WebGIS presents employment data in an interactive and accessible format for users and can be managed by local agencies.
The development of the employment WebGIS in Kulon Progo involved using non-spatial data on job seekers from January to March 2025, obtained from the Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulon Progo. The spatial data consisted of administrative boundaries at the sub-district (kapanewon), village (kalurahan), and hamlet (padukuhan) levels. Data were processed using QGIS to produce GeoJSON files and organized into a database using phpMyAdmin. These datasets were then integrated with the Leaflet JS library to produce map visualizations containing precise job seeker information through point markers.
The resulting employment WebGIS can be accessed at https://webgis-ketenagakerjaan.ct.ws/. It was developed using HTML, CSS, JavaScript, and PHP programming languages. The system features interactive tools for adding, updating, and deleting data. Usability testing was conducted through an online form using criteria such as efficiency, learnability, memorability, error rate, and user satisfaction. The usability test involved 76 general users and 2 institutional users, resulting in an overall feasibility score of 88.74%. The results indicate that the system is suitable for use in managing and visualizing employment data.
Kata Kunci : pencari kerja, ketenagakerjaan, visualisasi, WebGIS, Kulon Progo