Evaluasi Kebijakan Bantuan Pendidikan: Studi Kasus Program Indonesia Pintar (PIP) pada Akses Pendidikan
Krisna Cahyadi, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Indonesia Pintar (PIP) dalam meningkatkan partisipasi pendidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia. Menggunakan data Susenas 2023 dan pendekatan kuantitatif berbasis Propensity Score Matching (PSM), analisis dilakukan terhadap anak usia 7–18 tahun. Hasil temuan menunjukkan bahwa PIP memberikan dampak positif terhadap partisipasi sekolah, dengan peningkatan sebesar 0,093% di tingkat SD, 2,31% di SMP, dan mencapai 16% di SMA. Kecilnya dampak di jenjang SD dapat dimaklumi karena tingkat partisipasi yang sudah hampir penuh, sedangkan peningkatan yang signifikan di SMP dan terutama SMA menandakan bahwa PIP berperan penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah meningkatnya beban biaya. Meski demikian, hanya sekitar 50% penerima PIP berasal dari kelompok 40% termiskin, mencerminkan perlunya perbaikan dalam sistem penargetan. Selain itu, partisipasi sekolah justru cenderung lebih rendah pada anak-anak yang menerima banyak jenis bantuan sekaligus, mengindikasikan bahwa mereka berasal dari kelompok paling rentan yang menghadapi hambatan struktural lebih kompleks. Temuan ini menegaskan pentingnya perbaikan dalam akurasi penyaluran bantuan, pembaruan data terpadu, dan penguatan koordinasi antarinstansi agar PIP benar-benar menjangkau kelompok yang paling membutuhkan dan mampu mendorong pendidikan yang berkelanjutan.
This study aims to evaluate the effectiveness of the Indonesia Smart Program (Program Indonesia Pintar/PIP) in increasing educational participation at the primary, junior secondary, and senior secondary levels in Indonesia. Using 2023 Susenas data and a quantitative approach based on Propensity Score Matching (PSM), the analysis focuses on children aged 7–18 years. The findings indicate that PIP has a positive impact on school participation, with an estimated increase of 0.093% at the primary level, 2.31% at the junior secondary level, and up to 16% at the senior secondary level. The relatively small effect at the primary level is reasonable given the already high participation rate. In contrast, the stronger effects at higher levels suggest that PIP plays a critical role in supporting continued education amid rising costs. However, only around 50% of PIP recipients belong to the poorest 40% of the population, indicating shortcomings in program targeting. Moreover, children who receive multiple forms of educational assistance tend to exhibit lower school participation, likely due to more profound structural vulnerabilities. These findings underscore the need to improve targeting accuracy, update the unified data system, and strengthen interagency coordination to ensure that PIP effectively reaches the most disadvantaged groups and supports sustainable educational access.
Kata Kunci : Program Indonesia Pintar, partisipasi sekolah, bantuan pendidikan, Propensity Score Matching, evaluasi kebijakan. / Indonesia Smart Program, school participation, education assistance, Propensity Score Matching, policy evaluation.