Dari Solidaritas ke Antipati: Membedah Gerakan Penolakan Publik terhadap Pengungsi Rohingya di Indonesia
Devi Lailatul Fitri Anggraini, Prof. Dr. Drs. Dafri, M.A.
2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Kedatangan pengungsi Rohingya di Indonesia pada akhir tahun 2023 telah disambut
dengan resistensi intensif dari publik yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik di ruang
digital maupun di lapangan. Hal ini telah menghalangi pengungsi mendapatkan hak
perlindungan dan menghambat kerja-kerja kemanusiaan. Penelitian ini menganalisis gerakan
penolakan ini menggunakan teori proses politik untuk memperoleh pemahaman yang
mendalam mengenai konteks struktural yang mendorong gerakan tersebut. Metode yang
digunakan untuk menganalisis proses perubahan sikap ini adalah process-tracing. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kegagalan rezim perlindungan pengungsi di tingkat global,
regional (Asia Tenggara), dan nasional (Indonesia) dalam membangun mekanisme
perlindungan pengungsi yang holistik telah berkontribusi dalam mendorong kemunculan
gerakan penolakan masyarakat ini. Studi ini telah berkontribusi dalam pengembangan teori
proses politik dan memperkaya studi kebijakan pengelolaan pengungsi.
The arrival of Rohingya refugees in Indonesia in late 2023 has been met with
unprecedented public resistance, both in the digital space and on the ground. This resistance
has prevented refugees from obtaining protection rights and hampered humanitarian work.
This study analyzes this rejection movement using political process theory to gain a deep
understanding of the structural context that drives this movement. The method used to
analyze this attitude change process is process tracing. The study results show that the failure
of refugee protection regimes at the global, regional (Southeast Asia), and national
(Indonesia) levels in building a holistic refugee protection mechanism has contributed to the
emergence of this public rejection movement. This study has contributed to developing
political process theory and enriched studies on refugee governance policies.
Kata Kunci : Rohingya, pengungsi, sentimen, rezim perlindungan pengungsi, teori proses politik, Indonesia.